Metode Penelitian

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Metode Penelitian, Metode ini sendiri terdiri dari Metode Tradisional dan Metode Modern (ilmiah). Langsung saja kita masuk ke dalam pembahasannya.

Manusia pada dasarnya selalu ingin tahu. Sejak zaman dahulu manusia telah berusaha mengumpulkan pengetahuan. Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk memecahkan masalah yang dihadapinya. Dari fakta-fakta yang ditemukan dan dikumpulkan kemudian disusun menjadi dasar teori. Teori tersebut digunakan untuk memahami gejala-gejala alam dan kemasyarakatan yang lain.


Dalam mengumpulkan fakta ini terdapat dua macam metode yang digunakan.

A. Metode Tradisional (Cara Tradisional untuk Memperoleh Pengetahuan)

Cara kuno atau tradisional digunakan untuk memperoleh pengetahuan sebelum ditemukannya metode ilmiah atau metode penemuan secara sistematik dan logis. Beberapa cara kuno ini adalah:

1. Cara Coba-coba (Trial and Error)
Cara ini digunakan sebelum ditemukannya kebudayaan, bahkan mungkin sebelum adanya peradaban. Jika ada masalah atau persoalan, maka seseorang akan berupaya memecahkan masalah tersebut dengan coba-coba saja. Jika berhasil maka kemungkinan besar akan diulangi lagi, tetapi jika tidak berhasil maka akan dicari cara yang lain hingga masalah itu terpecahkan, walaupun mungkin pada percobaan kelima baru terselesaikan. Oleh karena itu cara ini disebut dengan metode trial (coba) dan error (gagal atau salah).

Metode ini telah digunakan oleh manusia dalam waktu yang relatif lama untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup, terutama oleh mereka yang belum atau tidak mengetahui suatu cara yang terstruktur untuk mengatasi masalahnya.

Salah satu contoh dari refleksi metode ini adalah ditemukannya kina sebagai obat malaria. Seorang yang menderita malaria dulu sebelum ditemukannya obat mencoba berbagai kemungkinan untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut, tetapi selalu gagal. Pada suatu hari, saat ia menjelajahi hutan untuk mencari obat, ia haus dan meminum air parit yang jernih namun terasa sangat pahit. Anehnya, setelah minum air itu beberapa waktu kemudian ia merasa baikan dan sembuh. Akhirnya ia melakukan penyelidikan tentang air parit tersebut dan menemukan pohon kina yang tumbang terendam ke dalam parit tersebut. Ia mengambil kesimpulan bahwa kulit kayu kina dapat dijadikan sebagai obat malaria.

2. Cara Kekuasaan dan Otoritas
Dari sejarah diketahui bahwa kekuasaan raja adalah mutlak, sehingga apa pun yang keluar dari mulut raja adalah kebenaran yang mutlak dan harus diterima oleh masyarakat atau rakyatnya. Pada saat gereja mempunyai otoritas yang mutlak di Eropa, ada suatu pendapat bahwa dunia itu datar, bukan bulat seperti teori yang kita anut sekarang ini. Pendapat ini harus diterima oleh masyarakat waktu itu, kalau tidak maka akan dihukum.

3. Berdasarkan Pengalaman Pribadi
Satu pepatah mengatakan pengalaman adalah guru terbaik. Pepatah ini bermaksud bahwa pengalaman itu adalah satu sumber pengetahuan atau pengalaman itu merupakan suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan. Oleh karena itu, pengalaman pribadi pun digunakan sebagai upaya memperoleh pengetahuan. Hal ini dilakukan dengan cara mengulang kembali pengalaman yang diperoleh dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu.

Contohnya adalah saat seseorang demam, kemudian dia minum air daun pepaya kemudian sembuh. Maka kemudian saat dia menderita demam lagi, ia akan mengulangi minum air daun pepaya tersebut dengan maksud agar demamnya sembuh. Bahkan mungkin ia akan menyebarkan pengetahuannya bahwa air daun pepaya dapat menyembuhkan demam.

Semua pengalaman pribadi dapat menjadi sumber pengetahuan, namun tidak semua orang dapat menarik kesimpulan yang benar dari pengalamannya. Dibutuhkan kemampuan berpikir kritis dan logis untuk dapat menarik kesimpulan yang benar.

4. Melalui Berpikir
Sejalan dengan perkembangan kebudayaan umat manusia, cara berpikir manusia pun ikut berkembang. Dalam memperoleh pengetahuan manusia menggunakan jalan pikirannya baik melalui induksi ataupun deduksi.

Induksi dan deduksi pada dasarnya merupakan cara berpikir secara tidak langsung melalui pernyataan-pernyataan yang dikemukakan, kemudian dicari hubungannya sehingga dapat dibuat suatu kesimpulan. Apabila proses pembuatan kesimpulan itu melalui pernyataan-pernyataan khusus ke umum dinamakan induksi. Sedangkan jika penarikan kesimpulan dari umum ke khusus maka dinamakan deduksi.

B. Metode Modern (Cara Modern dalam Memperoleh Pengetahuan)

Cara modern dalam memperoleh pengetahuan lebih sistematis, logis, dan ilmiah. Cara ini disebut “metode penelitian ilmiah” atau lebih populer disebut metodologi penelitian (research methodology).
Baca juga : Pengertian dan Langkah-langkah Metode Ilmiah
Cara ini mula-mula dikembangkan oleh Francis Bacon (1561-1626). Ia adalah tokoh yang mengembangkan metode berpikir induktif. Mula-mula ia mengadakan pengamatan langsung terhadap gejala-gejala alam atau kemasyarakatan. Kemudian hasil pengamatannya dikumpulkan dan diklasifikasikan serta ditarik kesimpulan umum. Metode berpikir induktif yang dikembangkan oleh Bacon ini kemudian dilanjutkan oleh Deobold van Dallen. Ia mengatakan bahwa dalam memperoleh menarik kesimpulan dilakukan dengan observasi langsung dan membuat catatan-catatan terhadap semua fakta yang berhubungan dengan objek yang diamati. Pencatatan ini mencakup tiga hal pokok, yakni:
  1. Segala sesuatu yang positif, yakni gejala tertentu yang muncul pada saat dilakukan pengamatan.
  2. Segala sesuatu yang negatif, yaitu gejala tertentu yang tidak muncul pada saat dilakukan pengamatan.
  3. Gejala-gejala yang muncul secara bervariasi, yaitu gejala-gejala yang berubah-ubah pada kondisi-kondisi tertentu.


Dari hasil catatan itu kemudian ditetapkan ciri-ciri atau unsur-unsur yang pasti ada pada suatu gejala. Selanjutnya hal tersebut dijadikan dasar penarikan kesimpulan atau generalisasi. Prinsip-prinsip umum yang dikembangkan oleh Bacon ini kemudian dijadikan dasar untuk mengembangkan metode penelitian yang lebih praktis. Selanjutnya diadakan penggabungan antara proses berpikir deduktif-induktif-verivikatif seperti yang dilakukan oleh Newton dan Galileo. Akhirnya lahirlah suatu cara melakukan penelitian, yang kita kenal sebagai metode penelitian ilmiah (scientific research methode).


Inilah pembahasan kita kali ini mengenai Metode Penelitian, semoga bermanfaat bagi teman-teman sekalian dan bisa menambah pengetahuan sobat mengenai ilmu riset. J

Hubungan Kinematika Gerak dengan Analisa Vektor

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Kinematika, yang akan dibahas berupa Pengertian Kinematika, Analisis Vektor, Pengoperasian Vektor, Hubungan Kinematika Gerak dengan Analisa Vektor, langsung saja kita masuk ke dalam pembahasannya.

1. PENGERTIAN KINEMATIKA

Kata kinematika dikemukakan oleh fisikawan Prancis yang bernama A.M. Ampere cinematique yang diadopsi dari Yunani kuno κίνημα (re : kinema atau gerak). Kinematika merupakan cabang ilmu mekanika kalsik yang mempelajari gerakan benda dan sistemnya tanpa mempermasalahkan gaya penyebab gerakan. Kebalikan dari kinematika adalah dinamika atau kinetika yang mempelajari gerakan benda dan mempermasalahkan gaya yang mempengaruhi gerakannya. Biasanya, studi mengenai kinematika disebut sebagai geometri gerak.
Baca juga : Hukum Perbandingan Tetap
Kinematika gerak benda mempelajari karakteristik gerak suatu partikel yang diposisikan sebagai vektor. Kinematika gerak ini berhubungan sangat erat dengan pengaplikasian vektor dalam pembahasannya. Seperti kecepatan, kelajuan, posisi, gerak relatif, gerakan kordinat dll. Untuk lebih memahami tentang analisis vektor ini, mari kita simak di poin berikutnya.

2. ANALISIS VEKTOR

Besaran yang mempunyai besar dan arah disebut dengan vektor. Sementara besaran yang hanya memiliki besar saja seperti massa dan waktu disebut skalar. Notasi vektor dan teknik-teknik dengan menggunakan analisis vektor sangat berguna untuk menjelaskan  hukum-hukum fisika dan aplikasinya baik dalam bidang maupun ruang. Vektor biasa digambarkan sebagai segmen atau ruas garis yang berarah atau dengan sebuah anak panah sebagai berikut:


Dalam vektor terdapat dua komponen utama, yaitu komponen horizontal (sumbu x) dan komponen vertikal (sumbu y). Kedua komponen vektor tersebut memiliki resultan yang memiliki arah yang merupakan akar dari jumlah kuadrat komponen x dan y. Cara menentukan komponen-komponen  vektor:


Besar vektor ditentukan dengan panjang dari anak panah, menggunakan satuan yang tepat (sesuai).

Ada tiga jenis vektor :
  • Vektor Bebas (free vector), vektor ini merupakan vektor yang bisa digeser sejajar dirinya dengan panjang dan arah yang tetap.
  • Vektor meluncur (sliding vector), vektor yang bisa digeser sepanjang garis kerjanya, misalnya gaya yang bekerja sepanjang garis lurus.
  • Vektor terikat (binding vector), vektor ini merupakan vektor yang terikat pada sistem koordinat yang menunjukkan posisi tertentu.


PENGOPERASIAN VEKTOR

a. Penjumlahan vektor secara geometris

Dibawah ini terdapat 3 vektor yaitu :

Dari ketiga vektor tersebut, dapat dijumlahkan dengan cara:

b. Pengurangan vektor secara geometris
Pengurangan vektor dapat dilakukan dengan menjumlahkan vektor 1 dengan lawan vektor 2

c. Penjumlahan dan pengurangan vektor secara analisis
Untuk menjumlahkan vektor 3 dimensi, digunakan cara analisis:

Vektor dapat diuraikan menjadi Ax dan Ay
Ax = a cos θ
Ay = a cos θ
Untuk menentukan besar dan arahnya digunakan rumus:


d. Perkalian Vektor
Perkalian vektor dengan hasil akhirnya berupa skalar. Operasi ini disebut juga “dot product”

Jika dua buah vektor dikalikan dengan hasil akhirnya vektor lain, maka rumus diatas hanya diganti menjadi sin. Cara ini disebut “cross product”

Arah dari hasilperkalian vector a dan b selalu tegak lurus dengan bidang yang dibentuk oleh vektor a dan b.

3. HUBUNGAN KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR

Dari penjelasan di atas, penggunaan vektor dalam ilmu kinematika dapat dilihat dalam pembahasan posisi dan perpindahan partikel, kecepatan partikel, percepatan partikel, gerak lurus dan melingkar.

a. Posisi dan Perpindahan Partikel

Posisi merupakan kedudukan benda terhadap titik acuan. Posisi dapat dinyatakan dengan vektor-vektor satuan, pada sumbu x ditulis i, dan sumbu y ditulis j.


Perpindahan adalah perubahan posisi benda dalam waktu tertentu. Perpindahan dapat dirumuskan:


Dengan arah perpindahan :


Grafik perpindahan dalam berbagai macam grafik terhadap kecepatan dan waktu :



b. Kecepatan Partikel

Kecepatan rata-rata adalah hasil bagi perpindahan dengan waktu tempuhnya.


Dengan arah kecepatan:


Kecepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata untuk Δt mendekati nol.


Kecepatan sesaat dapat dilihat dengan pendekatan grafik :


Kecepatan sesaat merupakan turunan pertama fungsi posisi


Posisi partikel dapat ditentukan menggunakan integral dari fungsi kecepatan


Lalu dapat dicari resultannya, atau :


c. Percepatan Partikel

Percepatan rata-rata adalah perubahan kecepatan dalam waktu tertentu.


Dengan arah percepatan:


Percepatan sesaat adalah kecepatan rata-rata untuk Δt mendekati nol


Percepatan sesaat merupakan turunan pertama fungsi kecepatan dan turunan kedua fungsi posisi.


Kecepatan dapat ditentukan menggunakan integral dari fungsi percepatan




Lalu dapat dicari resultannya.

d. Gerak Lurus dan melingkar

Gerak Lurus adalah gerak yang dipengaruhi oleh kecepatan linear, sedangkan gerak melingkar dipengaruhi oleh kecepatan sudut. Hubungan GLBB dengan GMBB dengan analisis vektor:


Gerak melingkar berubah beraturan dipengaruhi oleh :
  • Kecepatan linear
  • Kecepatan angular/sudut
  • Percepatan tangensial/linear
  • Percepatan sentripetal



Kecepatan linear pada GMBB arahnya menuju arah gerak benda (lurus) yaitu menyinggung lintasan gerakan, dimana lintasannya berupa busur/ keliling lingkaran. Dapat dirumuskan:


Kecepatan angular/sudut pada GMBB arahnya menuju arah putaran benda (melingkar) yaitu berupa perubahan besar sudut busur lingkaran. Dapat dirumuskan:


Percepatan tangensial/linear pada GMBB :
  • Arahnya searah dengan garis singgung lingkaran.
  • Arahnya sejajar dengan kecepatan linear
  • Arah tegak lurus dengan percepatan sentripetal
  • Mengubah besar kecepatan total benda. 


Dapat dirumuskan :


Percepatan sentripetal pada GMB :
  • Arahnya menuju pusat lingkaran
  • Arahnya tegak lurus dengan percepatan tangensial.
  • Mengubah arah kecepatan total benda (menuju pusat).


Dapat dirumuskan:


Menghasilkan gaya sentripetal:


Percepatan total adalah perpaduan antara percepatan tangensial dan percepatan sentripetal, dapat dirumuskan:


Dengan arah percepatan total:


Pembahasan di atas adalah sebagian kecil dari hubungan kinematika gerak dengan analisis vektor. Aplikasi lainnya dapat dilakukan dengan mengembangkan beberapa perumusan yang ada. Semoga bermanfaat J

Pengertian, Fungsi, dan Bagian Teleskop

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Teleskop, yakni mengenai Pengertian Teleskop, Sejarah Teleskop, Bagian-Bagian Teleskop, Jenis-Jenis Teleskop, Fungsi Teleskop, Cara Kerja Teleskop. Langsung saja kita masuk ke penjelasannya.

PENGERTIAN TELESKOP

Teleskop adalah sebuah alat bantu penglihatan (optik) untuk mengamati benda-benda yang jauh terutama benda yang berada di langit seperti bulan dan bintang. Teleskop dapat menjalankan fungsi tersebut karena kemampuannya memperkuat cahaya dan memperbesar bayangan, sehingga benda-benda yang jauh dapat terlihat lebih dekat dan jelas. Teleskop juga disebut dengan teropong.


SEJARAH TELESKOP

Hans Lippershey yang merupakan seorang pembuat kacamata berasal dari Middleburg, Belanda. pada tanggal 2 Oktober 1608 menciptakan alat pertama yang disebut sebagai teleskop. Teleskop ini mempunyai kemampuan untuk memperbesar benda-benda yang diamati hingga lima kali lipat. Setahun kemudian pada tahun 1609, Galileo Galilei menciptakan teleskop pertama yang digunakan dalam bidang astronomi, yang dapat memperbesar hingga 20 kali lipat, sehingga pada tahun 1610 ia membenarkan teori “alam semesta berpusat pada matahari”.


Pada tahun 1668, Isaac Newton menciptakan teleskop baru yaitu teleskop yang menggunakan cermin sebagai lensa. Sehingga penemuan ini merupakan titik balik dalam sejarah ilmu sains. Kemudian pada pertengahan abad ke 17, Havelius, seorang astronom yang berasal dari jerman membuat teleskop berlensa yang kerangkanya diciptakan dari kayu setinggi 46 meter.

Selanjutnya Huygens yang merupakan seorgan astronom dari Belanda menggunakan teleskop dengan lensa yang berbeda, teleskopnya juga tidak menggunakan tabung dan hanya terdiri dari dua buah lensa.

Pada tahun 1897, di Teluk Williams, Amerika Serikat, dibuatlah sebuat teleskop Yerkes dengan diameter 101 cm, sehingga menjadi teleskop berlensa terbesar di dunia pada saat itu. Hingga sekarang, yang menjadi teleskop terbesar adalah teleskop Keck yang di buat di puncak gunung berapi Mauna Kea di Hawaii, Teleskop ini mempunyai kemampuan untuk meilihat suatu area delapan kali lebih luas dibandingkan teleskop lain.

BAGIAN-BAGIAN TELESKOP

Hal-hal yang perlu diketahui untuk memahami bagian-bagian lensa adalah sebagai berikut:
  • Lensa cembung adalah lensa yang bersifat mengumpulkan cahaya atau konvergen
  • Lensa cekung adalah lensa yang bersifat menyebarkan cahaya atau divergen
  • Cermin cembung adalah cermin yang menyebarkan cahaya
  • Cermin cekung adalah cermin yang dapat mengumpulkan cahaya
  • Jarak fokus merupakan jarak yang diperlukan oleh lensa atau cermin untuk mengarahkan cahaya pada titik fokus
  • Bidang pandang merupakan area langit atau daerah yang dapat dilihat dan diamati melalui teleskop
  • Perbesaran merupakan panjang fokus teleskop yang dibagi dengan panjang fokus lensa pada mata
  • Resolusi merupakan jarak terdekat diantara kedua objek yang masih dapat dilihat sebagai dua objek yang terpisah.


Pada teleskop, bagian yang paling vital atau paling penting adalah lensanya. Teleskop memiliki dua lensa positif atau cembung, yang terletak dekat dengan objek disebut dengan lensa objektif, dan yang terletak dekat dengan mata (tempat pengamat mengintip) disebut dengan lensa okuler. Pada teleskop bumi juga terdapat lensa pembalik, yang berfungsi untuk membalikkan bayangan tanpa melakukan pembesaran sehingga bayangan akhir yang terbentuk dapat tegak seperti arah benda semula. Dahulu kala, teleskop hanya berupa lensa dan rangkanya saja, dan mengutamakan pada fungsinya, akan tetapi seiring berkembangnya zaman, teleskop pun dilengkapi dengan bagian-bagian berikut ini:
  • Tabung teleskop, merupakan tempat cermin utama terletak, tabung ini memiliki diameter 8 inci, tabung memiliki penutup tabung. Pada bagian belakang tabung terdapat visual back untuk tempat pemasangan flip mirror. Panjang fokus dapat di atur dengan memutar knop yang terletak dibawah visual back
  • Finderscope, merupakan teleskop berukuran kecil yang dipasang pada tabung utama
  • Eyepiece, merupakan fungsi lensa okuler. Eyepiece ini memiliki pengunci untuk keamanannya sehingga tidak terjatuh dan hilang.
  • Mounting, lebih dikenal dengan dudukan teleskop, merupakan sistem penggerak utama pada teleskop, yang dilengkapi dengan knop pengatur lintang, tutup sumbu polar, skala ketinggian lintang untuk mengetahui posisi lintang pengamat berada, pemberat sudut jam untuk penyeimbang pada arah sudut jam. Pada mounting juga terdapat port koneksi yang terdiri dari tombol-tombol termasuk tombol untuk menyalakan teleskop
  • Tripod, sebagai kaki untuk berpijaknya teleskop diatas suatu permukaan
  • Half Pillar, untuk menaikkan posisi mounting, sehingga dapat mengatur tripod terbentur pada tiang pemberat ketika teleskop sedang digunakan

Bagian Teleskop

JENIS-JENIS TELESKOP

Umumnya, teleskop terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:

a. Teleskop reflektor
Teleskop reflektor merupakan teleskop yang menggunakan cermin sebagai pengganti terhadap lensa untuk menangkap cahaya dan memantulkannya.

b. Teleskop refraktor
Merupakan teleskop bias yang terdiri dari beberapa kaca lensa sebagai alat yang digunakan untuk menangkap cahaya dan menjalankan fungsi teleskop.

c. Teleskop catadioptrik
Merupakan teleskop yang mempunyai sistem kerja yang tidak jauh beda dengan dua jenis teleskop diatas. Karena teleskop ini merupakan penggabungan dari teleskop refraktor dan reflektor, yang menggunakan dua media untuk pengumpulan cahayanya, yaitu cermin dan lensa.

Contoh dari pada teleskop refraktor adalah:

a. Teleskop Bumi
Teleskop ini disebut juga dengan teleskop medan teleskop yojana, yang menghasilkan bayangan akhir tegah terhadap arah benda awalnya. Hal ini didapat dari hasil menggunakan lensa cembung ketiga yang letakkan diantara lensa objektif dan lensa okular didekat mata. Sehingga lensa cembung ketiga hanya memiliki fungsi untuk membalikkan bayangan tanpa memberika perbesaran, sehingga lensa ini juga disebut dengan lensa pembalik.

Teleskop Bumi

b. Teleskop Bintang
Teleskop ini disebut juga dengan teleskop astronomi digunakan untuk mengamati benda-benda angkasa luar. Teleskop bintang menggunakan dua buah lensa positif, masing-masing sebagai lensa obyektif dan lensa okuler. Berbeda dengan mikroskop, pada teleskop jarak focus lensa obyektif lebih besar dari jarak fokus lensa okuler.

Teleskop Bintang

c. Teleskop Galilei
Merupakan teleskop yang dibuat oleh Galilei dan  disebut juga teleskop belnada atau teleskop tonil. Teleskop ini menghasilkan bayangan akhir yang tegak dan diperbesar dengan menggunakan dua buah lensa, lensa positif sebagai lensa objektif yang terletak dekat dengan objek dan lensa negatif sebagai lensa okuler yang terletak didekat mata pengamat.

Teleskop Galilei

d. Teleskop Prisma
Teleskop ini Penggunaan lensa pembalik untuk menghasilkan bayangan akhir yang tegak mengakibatkan teleskop bumi menjadi tampak panjang. Untuk menghindari hal tersebut maka lensa pembalik diganti dengan penggunaan dua prisma siku-siku sama kaki yang disisipkan di antara lensa obyektif dan lensa okuler. Prisma itu berfungsi untuk membalikkan bayangan dengan pemantulan secara sempurna. Teleskop digunakan untuk melihat benda-benda yang sangat jauh sehingga tampak lebih dekat dan jelas.

Teleskop Prisma

Contoh teleskop reflektor adalah teleskop yang menggunakan cermin cekung dan bersifat konvergen (mengumpulkan cahaya)  yang pertama sekali diciptakan oleh Isaac Newton pada tahun 1668, sehingga teleskop ini disebut juga dengan teleskop Newtonian. Inilah awal dari perkembangan yang tampak dari teleskop, karena awalnya teleskop hanyalah menggunakan lensa.

Kemudian pada saat memasuki abad ke 20. Teleskop-teleskop reflektor raksasa pun dibuat seperti yang digunakan pada Hale di Observatium Gunung Palomar, California, Amerika Serikat yang berukuran diameter 200 inci, teleskop ini selesai dibuat pada tahun 1948 dan menjadi teleskop reflektor terbesar didunia hingga beberapa puluh tahun setelahnya.

Sedangkan contoh teleskop catadoptrik adalah mikroskop, yang mempunyai lensa objektif dan okuler, juga mempunyai cermin sebagai pemantul cahaya yang terletak dibawahnya, sehingga objek yang diamati tampak lebih jelas. Contoh lainnya yaitu terdapat pada mercusuar, lensa tele (lensa pada kamera yang dapat melakukan perbesaran yang jauh) yang biasa digunakan oleh pemburu gambar dan video pada hewan-hewan buas berjarak jauh. Juga terdapat pada kamera SLR.

FUNGSI TELESKOP

Fungsi utama teleskop adalah mengumpulkan cahaya dan memfokuskannya lebih besar dari segi diameternya, sehingga lebih banyak cahaya yang dapat dikumpulkan. Alhasil, teleskop dapat melihat benda benda yang letaknya jauh, bahkan tidak tampak secara kasat mata sejauh mata memandang.

Teleskop pun memiliki peranan penting dalam bidang astronomi, tanpa teleskop, ahli astronomi tidak dapat melakukan tugasnya secara detil. Sehingga setelah dipatenkan teleskop astronomi oleh Galileo, maka banyak planet dan sistem lainnya yang terletak dalam tata surya yang dapat diamati, seperti Galileo Galilei langsung mengamati planet Venus dan Jupiter dengan teleskopnya.

Fungsi teleskop yang lainnya baru ditemukan adalah hubble telescope yang diletakkan di luar angkasa untuk mengirim gambar dengan menggunakan gelombang elektomagnetik. Gelombang tersebut akan ditangkap oleh bumi dengan hasil yang jernih. Jadi, teleskop ini membantu manusia untuk mengamati benda-benda di luar angkasa.

CARA KERJA TELESKOP

Cara kerja teleskop prinsipnya hanyalah mengumpulkan cahaya, apakah itu menggunakan lensa yaitu pada teleskop refraktor dan menggunakan cermin pada teleskop reflektor. Teleskop reflektor menggunakan cermin cekung, yang akan merefleksikan cahaya dan bayangan gambar yang diarahkan oleh teropong, cermin cekung ini akan menambah jangkauan sehingga dapat melihat benda yang jauh. Teleskop reflektor memiliki kelemahan yang terkadang dapat menimbulkan bayangan yang tampak menjadi tidak fokus.

Cara Kerja Teleskop

Lensa utama akan mengumpulkan bayangan benda dan juga cahaya yang datang, kemudian disampaikan ke retina mata melalui media rekfraksi. Media refraksimata ada lima, yaitu cahaya dan bayangan yang masuk akan sampai terlebih dahulu ke kornea (lapisan terluar mata), kemudian ke humor aquos, pupil, vitreus body, dan terakhir ke retina. Setelah sampain di retina bayangan tersebut dikirimkan melalui saraf penglihatan ke otak. Barulah seseorang dapat menginterpretasikan gambar tersebut.


Inilah penjelasannya mengenai Teleskop, yakni mengenai Pengertian Teleskop, Sejarah Teleskop, Bagian-Bagian Teleskop, Jenis-Jenis Teleskop, Fungsi Teleskop, Cara Kerja Teleskop, semoga bermanfaat bagi sobat semua. J

Pengertian dan Makna Bhinneka Tunggal Ika

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Bhinneka Tunggal Ika, beberapa hal yang akan kita bahas adalah Pengertian Bhinneka Tunggal Ika, Sejarah Bhinneka Tunggal Ika, Fungsi Bhinneka Tunggal Ika, serta Prinsip dan Implementasi Bhinneka Tunggal Ika. Langsung saja kita akan masuk ke dalam pembahasannya.

PENGERTIAN BHINNEKA TUNGGAL IKA

Secara etimologi atau asal-usul bahasa, kata-kata Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuna yang jika dipisahkan menjadi Bhinneka = beragam atau beraneka, Tunggal = satu, dan Ika = itu. Artinya, secara harfiah, jika diartikan menjadi beraneka satu itu. Maknanya, dapat dikatakan bahwa beraneka ragam tetapi masih satu jua. Semoboyan ini diambil dari kitab atau kakawin Sutasoma karangan Empu Tantular, yang hidup pada masa Kerajaan majapahit sekitar abad ke-14 M.


Hal ini menunjukkan persatuan dan kesatuan yang terjadi diwilayah Indonesia, dengan keberagaman penduduk Indonesia yang terdiri dari bermacam-macam suku, bahasa daerah, ras, agama,  dan kepercayaan, lantas tidak membuat Indonesia menjadi terpecah-belah. Melalui semboyan ini, Indonesia dapat dipersatukan dan semua keberagaman tersebut menjadi satu bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

SEJARAH BHINNEKA TUNGGAL IKA

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah kutipan yang diambil dari Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular yang ditulis atau dikarang pada tahun ke-14 Masehi atau lebih tepatnya pada zaman Kerajaan Majapahit yang notabene menganut kepercayaan Hindu. Empu Tantular merupakan seorang penganut Budha pada masa Majapahit, namun itu tidak membuat hidupnya menjadi tidak aman atau tidak tentram. Sebaliknya, Empu Tantular menjalani kehidupan yang aman dan tentram di bawah kepercayaan Hindu yang dianut oleh kerajaan. Dalam kitab tersebut, Empu Tantular menulis “Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa” (Bahwa agama Buddha dan Siwa (Hindu) merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Jina(Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belah, tetapi satu jua, artinya tak ada dharma yang mendua).

Bhinneka Tunggal Ika mulai menjadi bahan diskusi saat dimulainya proses persiapan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Ir.Soekarno bersama dengan Muhammad Yamin, dan I Gusti Bagus Sugriwa membuat diskusi kelompok kecil di sela-sela sidang BPUPKI perihal mempersiapkan kesiapan-kesiapan untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Artikel Penunjang : Pengertian,Anggota, Sidang dan Sejarah BPUPKI
Setelah beberapa tahun kemudian, ketika para tokoh bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia berembuk untuk merancang lambang Negara, maka timbullah ide untuk memasukkan semoyan Bhinneka Tunggal Ika ke dalam lambang tersebut. Maka jadilah, pada lambing burung garuda, pada kaki burung tersebut, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika.

Secara resmi, lambang burung Garuda beserta tulisan Bhinneka Tunggal Ika tersebut digunakan pada saat Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat yang dipimpin oleh wakil presiden saat itu, yaitu Mohd.Hatta pada tanggal 11 Februari 1950. Lambang ini disahkan berdasarkan usulan dari Sultan Hamid 2 dan Muh.Yamin. sebenarnya, banyak sekali yang mengusulkan rancangan lambang dari tokoh-tokoh saat itu, tetapi yang terpilih ialah rancangan yang dibuat oleh Sultan Hamid beserta Muh.Yamin.

Sebenarnya, semboyan Bhinneka Tunggal Ika lebih bermanifestasi kepada keadaan kepercayaan atau agama pada masa itu. Empu Tantular dalam kitabnya, menceritakan kata-kata itu untuk menggambarkan keadaan damai yang dirasakan walaupun terdapat perbedaan kepercayaan. Namun, oleh para tokoh bangsa, semboyan ini diberikan penafsiran baru untuk memenuhi permintaan kondisi akan zaman tersebut. Indonesia yang beraneka ragam tetapi bersatu padu, dianggap sesuai dengan makna semboyan tersebut.

Para Founding Fathers yang kebanyakan beragama Islam pada saat itu, terlihat sangat toleran terhadap usulan semboyan yang diusulkan oleh Muh.Yamin. watak inilah yang menjadi cerminan rakyat Indonesia yang sangat toleran terhadap keanekaragaman yang ada. Rakyat Indonesia telah mengenal aneka ragam suku bangsa, ras, kepercayaan jauh sebelum agama-agama dating dan masuk ke Indonesia.
Artikel Penunjang : Persiapan Kemerdekaan Negara Repbulik Indonesia
FUNGSI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Bangsa Indonesai telah lama hidup di dalam keaneka ragaman, tetapi hal ini tidak pernah menampilkan perseteruan antar rakyat Indonesia. Keberagaman yang ada digunakan untuk membentuk suatu Negara yang besar. Keberagaman yang terjadi baik itu di dalam segi kepercayaan, warna kulit, suku bangsa, agama, bahasa, menjadikan Bangsa Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan berdaulat. Sejarah mencatat bahwasanya semua anak bangsa yang tergabung dalam berbagai macam suku turut serta memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengambil peran masing-masing.

Para tokoh bangsa yang bergerak dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia telah menyadari tantangan yang harus dihadapi oleh karena kemajemukan yang ada di dalam bangsa ini. Keberagaman menjadi sebuah realitas yang tidak dapat dihindari di dalam negeri ini. Pemikiran dan tindakan yang diperbuat tidak lain dan tidak bukan hanya untuk menunjukkan pada dunia bahwa cita-cita bangsa akan terwujud dengan keanekaragaman itu. Ke-bhinneka-an merupakan sebuah hakikat realitas yang telah ada dalam bangsa Indonesia, sedangkan ke-Tunggal-Ika-an merupakan sebuah cita-cita kebangsaan. Wahana inilah yang menjadi jembatan emas penghubung menuju pembentukan Negara berdaulat serta menunjukkan kebesarannya di mata dunia.

Konsep Bhinneka Tunggal Ika merupakan sebuah semboyan yang dijadikan dasar Negara Indonesia. Oleh karena itu, Bhinneka Tunggal Ika patut dijadikan sebagai landasan untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan di dalam bangsa Indonesia. Kita sebagai generasi selanjutnya yang bisa menikmati kemerdekaan dengan mudah, haruslah bersungguh-sungguh dalam menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa saling menghargai dengan masyarakat tanpa saling memikirkan percampuran suku bangsa, ras, agama, bahasa, dan keaneka ragaman lainnya. Tanpa adanya kesadaran di dalam diri rakyat Indonesia, maka pantaslah Indonesia akan hancur dan terpecah belah.

PRINSIP BHINNEKA TUNGGAL IKA

1. Common Denominator

Di Indonesia, berbagai macam keaneka ragaman yang ada tidaklah membuat bangsa ini menjadi pecah. Terdapat 5 agama yang ada di Indonesia, dan hal tersebut tidak membuat agama-agama tersebut untuk saling mencela. Maka sesuai prinsip pertama dari Bhinneka Tunggal Ika, maka perbedaan-perbedaan di dalam agama tersebut haruslah dicari common denominatornya, atau dengan kata lain kita haruslah mencari persamaan dalam perbedaan itu, sehingga semua rakyat yang hidup di Indonesia bisa hidup di dalam keanekaragaman dan kedamaian dengan adanya kesamaan di dalam perbedaan tersebut.

Begitu juga halnya dengan dengan aspek lain yang memiliki perbedaan di Indonesia, seperti adat dan kebudayaan yang terdapat di setiap daerah. Semua macam adat dan budaya itu tetap diakui konsistensinya sebagai adat dan budaya yang sah di Indonesia, namun segala macam perbedaan tersebut tetap bersatu di dalam bingkai Negara kesatuan republik Indonesia.

2. Tidak Bersifat Sektarian dan Enklusif

Makna yang terkandung di dalam prinsip ini yaitu semua rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak dibenarkan menganggap bahwa dirinya atau kelompoknya adalah yang paling benar, paling hebat, atau paling diakui oleh yang lain. Pandangan-pandangan sectarian dan enklusif haruslah dihilangkan pada segenap tumpah darah Indonesia, karena ketika sifat sectarian dan enklusif sudah terbentuk, maka akan banyak konflik yang terjadi dikarenakan kecemburuan, kecurigaan, sikap yang berlebihan, dan kurang memperhitungkan keberadaan kelompok atau pribadi lain.

Bhinneka Tunggal Ika bersifat inklusif, dengan kata lain segala kelompok yang ada haruslah saling memupuk rasa persaudaraan, kelompok mayoritas tidak memperlakukan kelompok minoritas ke dalam posisi terbawah, tetapi haruslah hidup berdampingan satu sama lain. Kelompok mayoritas juga tidak harus memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain.

3. Tidak Bersifat Formalistis

Bhinneka Tunggal Ika tidak bersifat formalistis, yang hanya menunjukkan perilaku semu dan kaku. Tetapi, Bhinneka Tunggal Ika bersifat universal dan menyeluruh. Hal ini dliandasi oleh adanya rasa cinta mencintai, rasa hormat menghormati, saling percaya mempercayai, dan saling rukun antar sesame. Karena dengan cara inilah, keanekaragaman dapat disatukan dalam bingkai ke-Indonesiaan.

4. Bersifat Konvergen

Bhinneka Tunggal Ika bersifat konvergen dan tidak divergen. Segala macam keaneka ragaman yang ada jika terjadi masalah, bukan untuk dibesar-besarkan, tetapi haruslah dicari satu titik temu yang dapat membuat segala macam kepentingan menjadi satu. Hal ini dapat dicapai jika terdapatnya sikap toleran, saling percaya, rukun, non sectarian, dan inklusif.

IMPLEMENTASI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Implementasi terhadap Bhinneka Tunggal Ika dapat tercapai jika rakyat dan seluruh komponen mematuhi prinsip-prinsip yang telah disbeutkan di atas. Yaitu :

1. Perilaku Inklusif

Seseorang haruslah menganggap bahwa dirinya sedang berada di dalam suatu populasi yang luas, sehingga dia tidak melihat dirinya melebihi dari yang lain. Begitu juga dengan kelompok. Kepentingan bersama lebih diutamakan daripada keuntungan pribadi atau kelompoknya. Kepentingan bersama dapat membuat segala komponen merasa puas dan senang. Masing-masing kelompok memiliki peranan masing-masing di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

2. Mengakomodasi Sifat Prulalistik

Ditinjau dari keanekaragaman yang ada di dalam negeri ini, maka sepantasnyalah jika Indonesia merupakan bangsa dengan tinglat prulalistik terbesar di dunia. Hal inilah yang membuat bangsa kita disegani oleh bangsa lain. Namun, jika hal ini tidak dapat dipergunakan dengan baik, maka sangat mungkin akan terjadi disintegrasi di dalam bangsa.

Agama, ras, suku bangsa, bahasa, adat dan budaya yang ada di Indonesia memiliki jumlah yang tidak sedikit. Sikap saling toleran, saling menghormati, saling mencintai, dan saling menyayangi menjadi hal mutlak yang dibutuhkan oleh segenap rakyat Indonesia, agar terciptanya masyarakat yang tenteram dan damai.

3. Tidak Mencari Menangnya Sendiri

Perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah terjadi pada zaman sekarang. Apalagi ditambah dengan diberlakukannya sistem demokrasi yang menuntut segenap rakyat bebas untuk mengungkapkan pendapatnya masing-masing. Oleh karena itu, untuk mencapai prinsip ke-Bhinneka-an, maka seseorang haruslah saling menghormati antar satu pendapat dengan pendapat yang lain. Perbedaan ini tidak untuk dibesar-besarkan, tetapi untuk dicari suatu titik temu dengan mementingkan kepentingan bersama. Sifat konvergen haruslah benar-benar dinyatakan di dalam hidup berbangsa dan bernegara, jauhkan sifat divergen.

4. Musyawarah untuk Mufakat
Perbedaan pendapat antar kelompok dan pribadi haruslah dicari solusi bersama dengan diberlakukannya musyawarah. Segala macam perbedaan direntangkan untuk mencapai satu kepentingan. Prinsip common denominator atau mencari inti kesamaan haruslah diterapkan di dalam musyawarah. Dalam musyawarah, segala macam gagasan yang timbul akan diakomodasikan dalam kesepakatan. Sehingga kesepakatan itu yang mencapai mufakat antar pribadi atau kelompok.

5. Dilandasi Rasa Kasih Sayang dan Rela Berkorban

Sesuai dengan pedoman sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, rasa rela berkorban haruslah diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari. Rasa rela berkorban ini akan terbentuk dengan dilandasi oleh rasa salin kasih mangasihi, dan sayang menyayangi. Jauhilah rasa benci karena hanya akan menimbulkan konflik di dalam kehidupan.

Tanpa pengorbanan, sekurang-kurangnya mengurangi kepentingan pribadi dan kelompok serta mengurangi pamrih pribadi. Hal ini mutlak diperlukan.

Baiklah sobat, inilah artikel kali ini mengenai Bhinneka Tunggal Ika, semoga ilmunya bermanfaat untuk sobat sekalian.