Sikap Anti Sosial

Kali ini kita akan membahas tentang pengertian sikap antisosial dan sikap-sikap anti sosial.


PENGERTIAN SIKAP ANTISOSIAL

Menurut Kathleen Stassen Berger, sikap antisosial sering dipandang sebagai sikap dan perilaku yang tidak mempertimbangkan penilaian dan keberadaan orang lain ataupun masyarakat secara umum di sekitarnya. Suatu tindakan antisosial termasuk dalam tindakan sosial yang berorientasi pada keberadaan orang lain atau ditujukan kepada orang lain, meskipun tindakan-tindakan tersebut memiliki makna subjektif bagi orang-orang yang melakukannya. Tindakan-tindakan antisosial ini sering kali mendatangkan kerugian bagi masyarakat luas sebab pada dasarnya si pelaku tidak menyukai keteraturan sosial (social order) yang diinginkan oleh sebagian besar anggota masyarakat lainnya.


SIFAT-SIFAT SIKAP ANTISOSIAL


Berdasarkan sifatnya, tindakan antisosial dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Tindakan antisosial yang dilakukan secara sengaja

Tindakan ini dilakukan secara sadar oleh pelaku, tetapi tetap tidak mempertimbangkan penilaian orang lain terhadap tindakannya tersebut. Misalnya, vandalisme; graffiti pada tembok rumah orang lain.

  • Tindakan antisosial karena tidak peduli

Tindakan ini dilakukan ketidakpedulian si pelaku terhadap keberadaan masyarakat di sekitarnya. Misalnya, membuang sampah di sembarang tempat; mengebut ketika berkendara di jalan raya.

Tindakan antisosial tidak selalu digolongkan sebagai tindak kriminal dan berakibat pada pemenjaraan si pelaku. Ada beberapa tindakan antisosial yang tidak langsung merugikan orang lain, misalnya menarik diri atau mengasingkan diri dari pergaulan masyarakat sehari-hari, namun, sebagian besar tindakan antisosial merupakan tindakan yang melanggar norma-norma hukum dan merugikan orang lain.

Sikap-sikap antisosial yang dimiliki seseorang bukanlah suatu sikap yang tetap, artinya pada suatu saat bisa berubah menjadi sikap konformitas. Faktor yang sangat memengaruhi sikap antisosial akan berkurang seiring dengan makin dewasanya usia seseorang. Seiring dengan perkembangan mental dan kecerdasannya saat makin dewasa, seseorang mampu membedakan tindakan yang baik (sesuai norma-norma sosial yang ada) dan tindakan yang buruk (bertentangan dengan norma-norma sosial). Namun, jika hingga usia dewasa seseorang masih melakukan tindakan-tindakan buruk, ia memiliki kelainan yag disebut kepribadian sosial.

Soerjono Soekanto (1983:30-31) mencatat ada tiga istilah yang berkaitan dengan sikap antisosial, yaitu sebagai berikut:

  • Antikonformitas (rebellion)

Yaitu suatu pelanggaran terhadap norma-norma dan nila-nilai sosial yang disengaja oleh individu atau sekelompok orang. Misalnya, mencuri, membuat keributan, membunuh dan mengisolasi (mengasingkan) diri dari pergaulan masyarakat.


Artikel Terkait : Pengertian, Fungsidan Macam-Macam Nilai Sosial

  • Aksi antisosial

Yaitu suatu aksi yang menempatkan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok tertentu di atas kepentingan umum. Misalnya, membunyikan peralatan audio dengan volume yang tinggi di tempat ramai sehingga mengganggu ketenangan orang lain, memanipulasi keuangan suatu organisasi untuk memperkaya diri sendiri dan keluarga, tidak mau ikut gotong royong bersama warga sekitar dan lain-lain.

  • Antisosial grudge

Yaitu rasa sakit hati atau dendam terhadap masyarakat atau terhadap aturan sosial tertentu sehingga menimbulkan perilaku menyeleweng. Sikap ini disebut juga dendam anti sosial. Misalnya, minum minuman beralkohol secara berlebihan atau penyalahgunaan obat-obat terlarang karena merasa kurang dihargai oleh masyarakat sekitarnya.

Tindakan antisosial dapat ditemukan dalam banyak wujud. Akan tetapi, umumnya tindakan antisosial digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu sebagai berikut:

  • Dilakukan di jalan

Tindakan antisosial ini dilakukan di wilayah jalan, sehingga pada akhirnya menimbulkan gangguan bagi masyarakat di sekitar atau yang melintasi jalan tersebut.

  • Dilakukan oleh tetangga

Tetangga yang mengganggu dapat memengaruhi kehidupan masyarakat sekitarnya. Meskipun hanya satu atau dua anggota dari masyarakat yang bersifat mengganggu, akan tetapi mereka dapat merusak kualitas kehidupan dari masyarakat di sekitarnya.

  • Dilakukan terhadap lingkungan sekitar

Tindakan ini berdampak rusaknya alam lingkungan, fasilitas umum, dan benda-benda lain di sekitarnya. Selain mengganggu keamanan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan masyarakat, upaya perbaikannya pun memakan biaya yang tidak kecil.


Referensi:
  • Sudarmi, Sri. 2009. Sosiologi 1 Kelas X SMA/ MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
  • Muin, Idianto. 2006. Sosiologi SMA/ MA untuk kelas X. Jakarta: Erlangga.
  • Muin, Idianto. 2004. Sosiologi SMA/ MA untuk kelas X. Jakarta: Erlangga.
  • Suganda, Azis. 1997. Sosiologi 1 untuk SMU Kelas 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
  • Shadily, Hassan. 1998. Sosiologi Untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
loading...

Post a Comment