Sistem Pencernaan Burung (Aves)

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Sistem Pencernaan Burung, yang terdiri dari Saluran Pencernaan Burung dan Kelenjar Pencernaan Burung, Proses Pencernaan Burung. Untuk lebih jelasnya silakan baca artikel ini.

1. Saluran Pencernaan Burung

Saluran pencernaan burung terdiri dari:
  1. Mulut
  2. Kerongkongan
  3. Tembolok
  4. Lambung kelenjar
  5. Lambung pengunyah (empedal)
  6. Usus halus
  7. Usus besar
  8. Rektum, dan
  9. Kloaka


2. Kelenjar Pencernaan Burung

Kelenjar pencernaan burung terdiri dari:
  1. Hati,
  2. Empedu yang tidak berkantung,
  3. Pankreas


Sistem Pencernaan Burung

3. Proses Pencernaan Burung

Pada bagian depan mulut burung terdapat paruh untuk mengambil makanan. Dalam rongga mulut terdapat lidah yang kecil, kaku, tebal, dan runcing serta dilapisi oleh zat kitin. Burung tidak memiliki gigi, sehingga makanan yang masuk ke dalam mulutnya tidak dikunyah, tetapi langsung dilanjutkan menuju kerongkongan [baca : Sistem Pernapasan Burung (Aves)]. Tembolok adalah pelebaran ujung bawah kerongkongan dan berbentuk seperti kantung. Fungsi tembolok adalah untuk menyimpan makanan sementara. Setelah melalui tembolok, kemudian makanan akan didorong menuju lambung kelenjar yang memiliki dinding yang tipis serta menghasilkan banyak enzim pencernaan untuk mencerna makanan secara kimiawi. Beberapa enzim yang dihasilkan yaitu asam lambung (HCl), mukus, dan enzim pencernaan seperti pepsin yang disekresikan oleh sel khusus yang terdapat di dalam lambung.

Setelah melalui lambung kelenjar, makanan kemudian akan memasuki lambung pengunyah (lambung otot atau empedal). Lambung pengunyah ini fungsinya hampir sama seperti lambung manusia yaitu untuk membolak balik makanan agar mudah hancur sehingga pencernaan di lambung pengunyah ini disebut dengan pencernaan mekanik [Baca juga : Pengertian dan Fungsi Lambung]. Lambung pengunyah burung pemakan biji-bijian sering terdapat batu-batu kecil atau pasir yang berguna untuk membantu proses pencernaan.

Makanan kemudian akan memasuki usus kecil untuk dicerna dan diserap sari makanannya. Ukuran dan struktur usus berbeda-beda, bergantung kepada jenis makanan yang dimakan oleh burung. Burung pemakan daging (karnivora) memiliki usus yang lebih pendek dan strukturnya sederhana. Burung pemakan tumbuhan (herbivora) mempunyai usus yang lebih panjang dan strukturnya lebih kompleks dibandingkan dengan burung pemakan daging.

Di dalam usus halus terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh pankreas. Enzim lain juga berupa empedu yang dihasilkan oleh hati yang berfungsi untuk memecah lemak yang berstruktur rumit menjadi lebih sederhana sehingga mudah diserap. Sari-sari makanan tersebut kemudian akan diserap oleh pembuluh-pembuluh darah di usus halus. Selanjutnya, sari-sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh oleh darah.

Sisa-sisa makanan yang tidak bisa diserap kemudian akan masuk ke dalam usus besar untuk dijadikan feses. Feses tersebut kemudian akan menuju rektum dan dikeluarkan melalui kloaka. Kloaka merupakan muara tiga saluran, yaitu saluran pencernaan, saluran urine, dan saluran kelamin.


Inilah pembahasan kita mengenai Sistem Pencernaan Burung, semoga dapat menambah ilmu untuk teman-teman semua, serta jangan lupa untuk sharing ke media sosial sobat sekalian. Arigatou gozaimasu J
loading...

Post a Comment