Pergerakan dan Perkembangan Nasionalisme di Asia

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Pergerakan dan Perkembangan Nasionalisme di Asia, langsung saja kita masuk ke dalam topik pembahasan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa beberapa faktor-faktor baik itu faktor dari dalam (internal), dan faktor dari luar (eksternal), membuat para kaum terpelajar untuk mendirikan organisasi-organisasi  pergerakan yang dengan semangat nasionalisme demi cita-cita tercapainya kemerdekaan. Hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia semata, melainkan juga terjadi di Negara-negara kawasan Asia. Mereka bangkit dari penjajahan yang telah menyengsarakan rakyatnya.

Pergerakan Nasionalisme Asia


Pergerakan Cina
Latar belakang terbentuknya gerakan-gerakan nasionalis di China adalah ketika masa Dinasti Manchu (Dinasti Cing) yang berkuasa pada tahun 1644-1912 M. Dinasti Manchu adalah dinasti asing yang masuk ke dalam system ke-dinastian China pada saat itu. Ditambah dengan masuknya pengaruh Barat yang menyebabkan rakyat China menuduh Dinasti Manchu sudah bekerja sama dengan imperialism dan kolonialisme Barat. Oleh karena itu, muncullah gerakan perlawanan terhadap Dinasti Minchu oleh rakyat China.

Keadaan tersebut juga kian menjadi-jadi ketika Dinasti Minchu kalah pada perang candu (sejenis usaha Inggris untuk memasukkan kecanduan narkoba bagi rakyat China). Rakyat-rakyat China banyak yang menjadi pecandu, sehingga Dinasti Minchu dinilai lemah dan bertanggung jawab atas penderitaan yang telah dirasakan oleh rakyat. Akibatnya, Dinasti Minchu digulingkan pada tahun 1911.

Pada tahun 1900, terjadi pemberontakan Boxer yang dipimpin oleh ratu Tshe-Shi. Akan tetapi, pemberontakan ini dapat dipadamkan oleh karena bergabungnya kekuatan-kekuatan Eropa yang telah menduduki China pada saat itu. Akhirnya, muncullah seorang tokoh nasionalis China bernama Dr.Sun Yat Sen. Setelah melalui jalan panjang, akhirnya Dr.Sun Yat Sen memproklamasikan kemerdekan China dan mendirikan Republik Rakyat China pada 2 Januari 1912 yang ibu kotanya berada di Kanton dengan presiden pertamanya adalah Yuan Shih Kai. Pada tahun 1916, Yuan Shih kai digantikan oleh Sun Yat Sen.

Pergerakan India
Masuknya penjajahan Inggris ke India sampai awal abad ke-19 membuat kesengsaraan yang sangat dalam bagi masyarakat India. Akhirnya terjadilah pemberontakan Sepoy yang diprakarsai oleh prajurit India. Tetapi dalam pemberontakan tersebut, India masih belum bias menaklukkan Inggris. Akhirnya, muncullah ide untuk membuat sebuah oragnisasi politik pertama di India yaitu ALL National Congress, yang diikuti oleh wakil-wakil dari golongan Hindu, Budha, dan Islam.

Salah satu tokoh yang cukup terkenal di India adalah Mahatma Gandhi yang juga sangat berperan dalam pergerakan nasionalisme di India. Mahatma Gandhi menerapkan 4 prinsip ke dalam perjuangannya, yaitu Ahisma (melawan musuh tanpa menggunakan kekerasan), Hartal (melakukan pemogokan sebagai bentuk protes ketidak adilan), Satyagraha (tetap berdiri di atas kebenaran dan menolak bekerja sama dengan Inggris), dan Swadesi (hidup dengan usaha sendiri, dan tidak bergantung barang dari Inggris).

Ke-4 prinsip ini mulai menaikkan perekonomian India, sehingga bangsa Inggris mulai gentar dan merupakan pukulan bagi ekspor Inggris ke India. Setelah melalui perjalanan panjang, maka sejak 15 Agustus 1947, berkibarlah bendera kebangsaan India.

Pergerakan Filipina
Imperialisme dan kolonialisme bangsa Spanyol terhadap masyarakat Filipina membuat pemberontakan demi pemberontakan terjadi di Filipina. Bangsa Spanyol telah merusak tatanan hidup bangsa Filipina.
Artikel Penunjang : Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia
Pada tahun 1898, muncullah pemberontakan Katipunan yang dipimpin oleh Yose Rizal untuk melawan kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Spanyol. Namun akhirnya, Yose rizal dijatuhi hukuman mati. Selanjutnya, gerakan pembebasan Filipina diambil alih oleh Emilio Aguinaldo yang membentuk Liga Pembebasan Filipina, sehingga pada tanggal 12 Juni 1898, Emilio Aguinaldo memproklamasikan Republik  Filipina Merdeka dan Filipina jatuh ke tangan Amerika Serikat. Untuk menyiapkan kemerdekaan Filipina, maka Amerika membuat suatu Undang-Undang yang bernama “The Tydings Mc Duffie Act” pada 1934, yang isinya Filipina jatuh ke dalam masa Commonwealth selama 12 tahun. Akhirnya, sebagai realisasi terhadap undang-undang tersebut, maka kemerdekaan Filipina seutuhnya dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 1946 dengan presiden pertama bernama Manuel Roxas.
Artikel Penunjang : Persiapan Kemerdekaan Negara Repbulik Indonesia
Pergerakan Vietnam
Sama halnya dengan Negara-negara lain, pergerakan di Vietnam dimulai karena adanya invasi bangsa Barat (dalam hal ini perancis) yang masuk dan mengubah system pemerintahan dan tatanan hidup masyarakat Vietnam. Akibatnya, muncul pemberontakan di bawah kepemimpinan Ho Chi Minh yang dikenal dengan perang Indocina sejak tahun 1945 hingga 1954 M. Prancis mengalami kekalahan pada pertempuran Dien Bin Phue dan dalam waktu singkat, seluruh pasukan Prancis ditarik dari Vietnam.


Setelah perang tersebut, Vietnam terbagi menjadi 2 berdasarkan perjanjian Geneva, yaitu Vietnam Utara dan Vietnam Selatan. Akan tetapi, terjadilah perang saudara di Vietnam antara Utara melawan Selatan. Singkatnya, pada 30 April 1973, Vietnam Selatan tunduk kepada Vietnam Utara dan didirikanlah Republik Vietnam Selatan (sebuah Negara boneka di bawah pengaruh militer Vietnam Utara). Dan akhirnya pada 2 Juli 1976. Vietnam Selatan dan Vietnam Utara secara resmi digabungkan menjadi Republik Sosialis Vietnam.

Pergerakan Myanmar
Sejak tahun 1900-1932, Myanmar menjadi Negara pengekspor beras terbesar du dunia. Akan tetapi, hal tersebut tidaklah menjadikan rakyat Myanmar sejahtera. Hal ini dikarenakan perekonomian yang tidak dikuasai secara langsung oleh rakyat Myanmar, tetapi masih di bawah penjajahan Inggris. Oleh karena itu, mulai muncullah pergerakan nasional Myanmar bernama Saya San rebellion dari tahun 1930-1932. Pergerakan ini berlanjut sampai ke kalangan intelektual seperti mahasiswa disebut Thakin). Salah satu tokoh Thakin yang terkenal adalah U Aung San yang merupakan mantan prajurit didikan Jepang.  Akhirnya pada 4 Januari 1948, Myanmar memproklamirkan kemerdekaannya dengan presiden pertama bernama Sao Shwe Thaik dan perdana menteri Thakin Nu.

Pergerakan Jepang
Jepang merupakan Negara di mana kekuasaan tertinggi berada di tangan Kaisar. Akan tetapi, kedatangan bangsa Barat yang diprakarsai oleh Commodore Matthew Calbraith Perry, juga ditandai dengan perjanjian Shimoda (isinya menjadikan pelabuhan Shimoda dan Hakodate terbuka untuk perdagangan Asing), membuat bangsa Jepang lebih terbuka menerima bangsa lain.

Bersamaan dengan itu, di Jepang juga sedang terjadi pemberontakan Anti Shogun (pemerintahan bercorak militer yang dipimpin oleh panglima tentara). Para pemberontak ini menginginkan kekuasaan Jepang dikembalikan kepada Kaisar. Akhirnya pada 8 November 1867, Shogun jatuh dan menyerahkan jabatannya kepada Kaisar Meiji.

Pada masa pemerintahan Kaisar Meiji, Jepang melakukan restorasi Meiji yang bertujuan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Jepang terhadap bangsa lain khususnya Bangsa Eropa. Restorasi ini diterapkan pada semua sendi kehidupan, seperti pendidikan, militer, sosial, ekonomi, industri, dan lain-lain. Terbukti, restorasi ini berhasil dijalankan dan membuat bangsa Jepang lebih maju dan modern.
Artikel Penunjang : Pengertian dan Faktor Pencetus Pergerakan Nasionalisme di Indonesia 
Baiklah sobat, inilah artikel kali ini mengenai Pergerakan dan Perkembangan Nasionalisme di Asia, semoga bermanfaat bagi sobat sekalian. J
loading...

Post a Comment