Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah

Selamat datang di softilmu, Blog sederhana yang berbagi ilmu pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Sumber, Bukti, dan Fakta Sejarah. Langsung saja ke pembahasannya ya, semoga dapat bermanfaat J

A. SUMBER SEJARAH
A1. PENGERTIAN SUMBER SEJARAH
Karena sejarah merupakan ilmu yang mempelajari tentang masa lampau, maka dibutuhkan sesuatu untuk mendukung penemuan-penemuan sejarah. Penemuan-penemuan itu diperlukan agar membuktikan teori-teori yang berkembang terkait sejarah. Penemuan itulah yang dinamakan sumber sejarah. Menurut Moh.Ali, sumber sejarah ialah sesuatu baik itu berwujud atau tidak yang berguna bagi penelitian sejarah dari masa zaman purba sampai sekarang. Sedangkan menurut Muh.Yamin, sumber sejarah ialah kumpulan benda kebudayaan untuk membuktikan sejarah.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sumber sejarah adalah segala sesuatu baik itu dalam bentuk wujud atau tidak, yang berguna bagi perkembangan sejarah serta dapat digunakan untuk membuktikan kebenaran suatu sejarah.
SUMBER BUKTI DAN FAKTA SEJARAH
A2. PEMBAGIAN SUMBER SEJARAH
Menurut bentuknya, sumber sejarah dapat dibagi menjadi 3 bentuk, yaitu sumber tulisan, sumber lisan, dan sumber benda. Berikut pengertiannya :

1. Sumber Tulisan
Merupakan sumber sejarah yang berbentuk tulisan-tulisan atau catatan-catatan peristiwa yang terjadi di masa lampau. Sumber tulisan ini dapat berupa prasasti, artefak, dokumen, naskah, babad, surat kabar, dan lain-lain.

2. Sumber lisan
Sumber lisan merupakan sumber sejarah yang dipaparkan langsung dari pelaku sejarah pada saat terjadinya sejarah tersebut. Misalnya, veteran mantan tentara kemerdekaan yang masih hidup, beliau menceritakan kronologis peristiwa yang sesungguhnya kepada khalayak umum. Sumber lisan juga dapat berupa cerita rakyat, namun sumber dalam bentuk ini masih diragukan keasliannya.

3. Sumber Benda
Merupakan sumber sejarah yang diperoleh dalam bentuk benda-benda peninggalan sejarah. Contohnya, kapak, patung, gerabah, kyoken moddinger, dan lain-lain. Sumber sejarah berbentuk benda belum dapat sepenuhnya menceritakan kejadian sejarah dengan benar, karena masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli arkeologi.

4. Sumber rekaman
Merupakan sumber sejarah dalam bentuk rekaman suara atau gambar. Misalnya rekaman video tentang tuntutan mahasiswa saat reformasi berlangsung.

Dalam penggunannya, sumber sejarah memiliki tingkat keaslian yang berbeda-beda. Dalam hal ini, sumber sejarah dibedakan menjadi 3, yaitu sumber primer dan sumber sekunder, serta sumber Tersier

1. Sumber primer
Merupakan sumber sejarah yang paling kuat untuk dijadikan landasan pembuktian sejarah. Sumber primer dapat berupa penuturan langsung oleh pelaku sejarah, benda sejarah yang diakui oleh ahli, baik itu candi, prasasti, dan sebagainya.

2. Sumber sekunder
Merupakan sumber sejarah yang lemah penggunannya untuk membuktikan sejarah. Sumber sekunder dapat berasal dari penuturan orang yang bukan pelaku langsung sejarah atau saksi, maupun jurnal-jurnal tentang suatu sejarah.

3. Sumber tersier
Merupakan sumber sejarah yang tersusun dalam bentuk buku-buku sejarah yang disusun berdasarkan laporan penelitian ahli sejarah, tanpa melakukan penelitian lanjutan.

Sumber sejarah juga memerlukan ketepatan usia untuk dapat membuktikan dan menselaraskan antara penemuan-penemuan dengan teori yang berkembang. Dalam menentukan usia suatu sumber sejarah, maka dibedakan menjadi 3 cara, yaitu :

1. Kimiawi
Yaitu penentuan usia sumber sejarah berdasarkan unsur-unsur kimia yang terkandung di dalam penemuan sumber sejarah tersebut.

2. Tipologi
Yaitu usia suatu sumber sejarah ditentukan dengan bentuk atau tipe yang ditemukan dari peninggalan sejarah tersebut.

3. Stratifigrafi
Yaitu penentuan usia sumber sejarah berdasarkan lapisan tanah yang terkandung pada sumber-sumber sejarah tersebut.

Seiring dengan kemajuan teknologi untuk mendapatkan seumber sejarah yang berkualitas maka memerlukan ilmu bantu sejarah, antara lain :
1. Numismatic adalah ilmu yang mempelajari mata uang kuno
2. Filologi adalah ilmu yang mempelajari tentang naskah kuno
3. Paleografi adalah ilmu yang mempelajari tulisan kuno
4. Jronologi adalah ilmu yang mempelajari urutan peristiwa
5. Arkeologi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda purbakala
6. Geologi adalah ilmu yang mempelajari struktur lapisan buki dan sejarah terjadinya bumi

B. BUKTI DAN FAKTA SEJARAH
B1. BUKTI SEJARAH
Bukti merupakan segala sesuatu yang memperkuat kebenaran suatu pendapat tentang proses sejarah. Maka dalam ilmu sejarah, bukti sejarah ialah jejak-jejak peninggalan perbuatan pada masa lampau yang dapat memperkuat pernyataan-pernyataan tentang proses sejarah. Bukti sejarah bisa berbentuk tulisan maupun non-tulisan. Biasanya, bukti-bukti sejarah dapat memenuhi kaidah 5W1H (What, Where, Who, When, Why, and How).

B2. FAKTA SEJARAH
Fakta sejarah ialah segala sesuatu yang menjadi kenyataan berdasarkan bukti-bukti sejarah yang ditemukan. Atau dengan kata lain, akibat dari ditemukannya bukti, maka muncullah fakta. Fakta sejarah dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu :

a. Fakta benda
Yaitu fakta sejarah berupa benda-benda peninggalan masa lampau yang mendukung untuk dilakukannya aktifitas pada masa lampau. Contohnya tombak, kapak lonjong, pisau dari tulang, dan kerajinan tangan lain

b. Fakta mental
Yaitu fakta sejarah yang tidak berwujud yang merupakan bentuk pemahaman manusia pada masa lampau. Bentuk pemahaman disini ialah kepercayaan dan keyakinan yang dianut. Fakta mental erat kaitannya dengan kejadian batin pada manusia. Fakta mental juga merupakan suatu fakta yang dapat menggambarkan suasana pikiran, perasaan batin, dan sikap yang mendasari suatu karya cipta. Contoh : candi, menhir, moko, dan sebagainya

c. Fakta sosial
Yaitu suatu fakta sejarah berdasarkan perilaku individu maupun kelompok yang digunakan untuk menunjang kegiatan sosial antar manusia masa lampau. Fakta sosialmampu menggambarkan suasana zaman tersebut, serta menunjukkan suatu kemajuan dan keterampilan pada suatu system kemasyarakatan. Contoh : penggunaan mata uang, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.

d. Fakta lunak
Merupakan fakta sejarah yang masih belum jelas dan lengkap asal-usul maupun kebenarannya. Fakta lunak masih membutuhkan temuan-temuan lebih lanjut untuk memperjelas kebenaran dari sejarah tersebut. Contoh : peristiwa pembantaian rakyat Aceh oleh tentara Indonesia masih belum jelas siapa pelakunya, dan lain sebagainya.

e. Fakta keras
Merupakan fakta sejarah yang tidak dapat diragukan lagi kebenaran dan keasliannya. Fakta keras sudah terbukti benar, dan tidak dapat terbantahkan. Contoh : peristiwa reformasi 1998, peristiwa proklamasi, dan lain-lain


Nah itulah postingan kami kali ini tentang Sumber, Bukti dan Fakta Sejarah, Semoga dapat bermanfaat bagi sahabat. Apabila masih ada yang belum dimengerti, silahkan ditanyakan pertanyaannya melalui kotak komentar di bawah ini. Kami akan berusaha merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung di softilmu, jangan lupa like, follow, dan komentarnya. 

Post a Comment