Tuesday, 28 April 2015

Sistem Saraf Tepi Manusia

Tags
Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Sistem Saraf Tepi (Saraf Kranial dan Saraf Otonom). Sistem saraf tepi terdiri atas sistem saraf sadar (saraf kranial) dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom)
1. Sistem Saraf Sadar (Saraf Kranial)
Sistem saraf sadar adalah saraf yang mengatur gerakan yang dilakukan secara sadar, di bawah kendali kesadaran kita, contohnya tangan kita sadar bergerak untuk mengambil gelas.
Artikel Penunjang : Pengertian, Fungsi, dan Bagian Bagian Otak Manusia
Sistem saraf sadar (kraniospinal) meliputi sistem saraf kepala (kranial) dan sistem saraf tulang belakang (spinal). Sistem saraf kepala disusu oleh 12 pasang saraf yang keluar dari otak. Saraf kepala terutama berhubungan dengan reseptor dan efektor untuk daerah kepala. Dua belas saraf tersebut meliputi:
  1. Tiga pasang saraf sensori, yaitu nomor I, II, dan VIII
  2. Lima pasang saraf motor, yaitu saraf III, IV, VI, XI, dan XII
  3. Empat pasang saraf gabungan sensori dan motor, yaitu saraf nomor V, VII, IX, dan X


No. Saraf
Nama Saraf
Jenis Saraf
Dari Saraf Sensori
Dari Saraf Motor
I
Olfaktori
Sensori
Selaput lendir hidung
Tidak ada
II
Optik
Sensori
Retina mata
Tidak ada
III
Okulomotor
Motor
Otot penggerak bola mata
Otot penggerak bola mata, lensa mata, pupil mata
IV
Troklear/patenik
Motor
Otot penggerak bola mata
Otot lain penggerak bola mata
V
Trigeminal
Gabungan
Gigi dan kulit muka
Otot pengunyah
VI
Abdusen
Motor
Otot penggerak bola mata
Otot lain penggerak bola mata
VII
Fasial
Gabungan
Lidah bagian ujung
Otot muka, kelenjar ludah
VIII
Auditori (vestibulokoklear)
Sensori
Koklea dan saluran setengah lingkaran
Tidak ada
IX
Glossofaringeal
Gabungan
Lidah bagian belakang tonil
Kelenjar ludah, otot penelan di faring
X
Vagus
Gabungan
Laring, paru-paru, jantung, lambung, pankreas, hati
Saraf simpatetik ke laring, esofagus, paru-paru, jantung, lambung, dan pankreas
XI
Spinal (aksesori)
Motor
Otot di belikat, laring, faring, dan langit-langit halus
Otot laring, faring, dan langit-langit halus
XII
Hipoglosal
Motor
Otot lidah
Otot lidah

Saraf kranial dan letaknya
(http://media-1.web.britannica.com/eb-media/44/54244-004-892C5169.jpg)

Sistem saraf spinal disusun oleh 31 pasang saraf yang keluar dari sumsum tulang belakang. Saraf tulang punggung melayani reseptor dan efektor lain (selain reseptor dan efektor yang disarafi oleh otak) [baca : Sistem Saraf Pusat (Otak dan Sumsum Tulang Belakang)]. Berdasarkan asalnya, saraf tersebut dibedakan atas 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor [baca : Pengertian dan Jenis Sel Saraf (Neuron)].

Pada tubuh manusia dijumpai adanya pleksus (gabungan), yaitu beberapa urat saraf bersatu membentuk jaringan urat saraf. Ada 3 macam pleksus yaitu sebagai berikut:
  1. Pleksus servikalis, merupakan gabungan urat saraf leher yang memengaruhi bagian leher, bahu, dan diafragma.
  2. Pleksus brakialis, yaitu gabungan urat saraf lengan atas yang memengaruhi bagian tangan
  3. Pleksus lumbo sakralis, adalah gabungan urat saraf punggung dan pinggang yang memengaruhi bagian pinggul dan kaki.
Artikel Penunjang : Sistem Rangka Tubuh Manusia
2. Sistem Saraf tak Sadar (Saraf Otonom)
Bermacam-macam sistem saraf yang telah dibahas sebelumnya merupakan sistem saraf sadar [baca : Perbedaan Gerak Sadar dan Gerak Refleks]. Di samping sistem saraf sadar, kita memeliki sistem saraf tak sadar atau otonom, yang bekerja secara otomatis, tidak di bawah kehendak saraf pusat, contohnya adalah denyut jantung, gerak alat pencernaan, dan pengeluaran keringat. Sistem saraf ini terletak khusus di sumsum tulang belakang [baca : Perjalanan Impuls Saraf]. Susunan saraf otonom terdiri atas susunan saraf simpatetik dan saraf parasimpatetik. Perbedaan struktur antara saraf simpatetik dan parasimpatetik terletak pada posisi ganglion. Saraf simpatetik memiliki ganglion yang terletak di sepanjang tulang punggung yang menempel pada sumsum tulang belakang sehingga memiliki serabut preganglion pendek dan memiliki serabut postganglion yang panjang. Sebaliknya, saraf parasimpatetik memiliki serabut praganglion yang panjang karena ganglion menempel pada organ yang dibantu efektor dan memiliki serabut postganglion pendek. Serabut praganglion yang dimaksud adalah serabut saraf yang keluar dari ganglion.

a. Sistem saraf simpatetik

Sistem saraf simpatetik terletak di depan ruas tulang belakang dan berhubungan serta bersambung dengan sumsum tulang belakang melalui serabut saraf.

b. Sistem saraf parasimpatetik

susunan saraf parasimpatetik berupa jaringan susunan saraf yang berhubungan dengan ganglion-ganglion yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsi susunan saraf parasimpatetik merupakan kebalikan dari fungsi saraf simpatetik.

Sistem saraf otonom
(http://i1226.photobucket.com/albums/ee405/UP70/ans.gif)

Bagian tubuh yang dipengaruhi
Saraf simpatetik
Saraf parasimpatetik
Iris (pupil)
Memperbesar pupil
Mengecilkan pupil
Bronkus
Memperbesar bronkus
Mengecilkan bronkus
Jantung
Mempercepat detak jantung
Memperlambat detak jantung
Arteri
Konstriksi (memperkecil diameter)
Dilatasi (memperbesar diameter)
Kandung kemih
Relaksasi kandung kemih
Kontraksi kandung kemih
Lambung
Menghambat kerja lambung
Memacu kerja lambung
Penis
Mengontrol ejakulasi
Merangsang ereksi

Referensi:
  • Syamsuri, Istamar. Biologi 2A untuk SMA. Jakarta : Erlangga


Inilah postingan mengenai Sistem Saraf Tepi (Saraf Kranial dan Saraf Otonom), semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Arigatou gozaimasu J

Monday, 27 April 2015

Sistem Saraf Pusat Manusia

Tags
Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Sistem Saraf Pusat (Otak dan Sumsung Tulang Belakang). Sistem saraf pusat manusia terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang [baca : Sistem Saraf Manusia]. Otak mempunyai pelindung berupa tulang tengkorak, sedangkan sumsum tulang belakang dilindungi oleh ruas-ruas tulang belakang. Selain pelindung berupa tulang, kedua organ ini juga dilindungi oleh meningen.

Meningen terdiri dari tiga lapis, dari dalam ke luar:
Artikel Penunjang : Pengertian, Fungsi, dan Bagian Bagian Otak Manusia
1. Pia Mater

Pia master (pia = lunak) adalah selaput paling dekat dengan permukaan otak dan sumsum tulang belang. Lapisan ini menyelipkan diri e dalam celah-celah yang ada pada otak dan sumsum tulang belakang. Lapisan ini banyak mengandung pembuluh darah, sehingga berperan dalam menyalurkan oksigen dan zat makanan serta mengeluarkan sisa metabolisme.

2. Araknoid

Araknoid berupa selaput jaring yang lembut, terletak antara pia mater dan dura mater.

3. Dura Mater

Dura mater (dura = liat/keras) merupakan lapisan terluar yang padat dan keras serta bersatu dengan tengkorak.


Lapisan Meningen
(https://classconnection.s3.amazonaws.com/1598/flashcards/786611/jpg/meninges.jpg)

Antara lapis araknoid dan pia mater terdapat rongga yang disebut dengan rongga subaraknoid, Yat berisis cairan serebrospinal. Cairan serebrospinal berfungsi sebagai bantalan bagi otak untuk melindungi otak dari benturan pada tengkorak. Cairan serebrospinal ini juga berfungsi untuk membawa nutrisi, hormon, serta sel darah putih menuju bagian-bagian otak untuk diberi makanan. Cairan serebrospinal bersifat alkalis (basa) dan bening (mirip plasma). Cairan ini dihasilkan dari pleksus koroid yang terletak di ventrikel. Ventrikel adalah rongga-rongga yang terdapat di dalam otak. Pleksus koroid merupakan lipatan-lipatan dari pia mater yang kaya akan pembuluh darah. Jadi, di dalam ventrikel juga berisi cairan serebrospinal.
Artikel Penunjang : Pengertian danFungsi Hormon Pada Manusia 
Anatomi ventrikel otak yang mengalirkan cairan serebrospinal
(http://www.aboutcancer.com/brain_anatomy_net_3.gif)

Otak dan sumsum tulang belakang memiliki substansi pokok, yaitu:
  1. Substansi abu-abu (substansi grissea), berwarna abu-abu dan merupakan kumpulan badan sel.
  2. Substansi putih (substansi alba), berwarna putih dan merupakan kumpulan serabut saraf.


Serabut saraf diselubungi oleh lemak yang berfungsi untuk melindungi, memberi makan, dan memisahkan serabut-serabut saraf [baca : Pengertian dan Jenis Sel Saraf (Neuron)]. Adanya pelindung tersebut mengakibatkan warna putih pada substansi alba.

Otak dan sumsum tulang belakang memiliki kedua substansi tersebut, tetapi dengan susunan yang berbeda. Pada otak, substansi abu-abu terletak pada bagian korteks (kulitnya) dan substansi putih terletak di bagian tengah. Pada sumsum tulang belakang adalah kebalikan dari otak, yaitu substansi abu-abu terletak di bagian tengah (dalam), dalam penampang melintangnya berbentuk seperti kupu-kupu, sedangkan substansi putih terletak di bagian korteks.

Perbedaan posisi substansia abu-abu dan putih antara sumsum tulang belakang dengan otak
(http://classroom.sdmesa.edu/eschmid/F09.04.L.150.jpg)

OTAK

Otak adalah pusat saraf utama yang terletak di dalam rongga tengkorak. Ukuran otak manusia bervariasi, ditentukan oleh jenis kelamin, umur, dan ukuran fisik seseorang. Ukuran otak manusia mencapai maksimum pada usia 18 tahun. Berat otak orang dewasa sekitar 1,4 kg. Otak manusia terdiri atas dua belahan (hemisfer) yang besar. Oleh karena terdapat saraf yang menyilang pada jalur spinal [baca : Perjalanan Impuls Saraf], maka belahan otak kiri mengendalikan sisi kanan tubuh dan otak kanan mengendalikan sisi kiri tubuh.

Otak dibagi menjadi 3 daerah, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang. Pembagian daerah ini tampak nyata hanya selama perkembangan otak pada fase embrio, sedangkan pada otak manusia dewasa sudah tidak nampak nyata karena masing-masing terdiri dari beberapa bagian atau lobus.

a. Otak Depan atau Otak Besar

Bagian yang paling menonjol dari otak manusia adalah otak besar (serebrum), yang terdapat di bagian otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani bagian tubuh yang berlawanan, yaitu yang belahan yang kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan dan sebaliknya. Maka dari itu jika otak bagian kiri mengalami gangguan atau kelainan, maka bagian tubuh kanan yang akan terganggu, begitu pun sebaliknya. Tiap-tiap belahan otak besar yang telah disebutkan di atas dibagi menjadi empat lobus, yaitu frontal, parietal, oksipital, dan temporal. Antara bus frontal dan parietal dipisahkan oleh sulkus sentralis (celah tengah) atau celah Rolando.

Otak depan tersusun atas dua lapisan yaitu :
  1. Lapisan luar (korteks), yang merupakan lapisan tipis berwarna abu-abu. Lapisan ini berisi badan sel saraf. Permukaan lapisan korteks berlipat-lipat, sehingga permukaannya menjadi lebih luas. Pada lapisan korteks terdapat berbagai macam pusat saraf.
  2. Lapisan dalam, yang merupakan lapisan berwarna putih. Lapisan dalam banyak mengandung serabut saraf, yaitu dendrit dan neurit  [baca : Pengertian dan Jenis Sel Saraf (Neuron)].


Otak depan merupakan pusat saraf utama, karena memiliki fungsi yang penting dalam pengaturan semua aktivitas tubuh, khususnya berkaitan dengan kepandaian (inteligensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan. Secara terperinci, aktivitas terbut dikendalikan pada daerah yang berbeda.
  • Di depan celah tengah (sulkus sentralis) terdapat daerah motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar.
  • Bagian paling bawah pada korteks motor tersebut mempunyai hubungan dengan kemampuan berbicara.
  • Daerah anterior pada lobus frontalis berhubungan dengan kemampuan berpikir.
  • Di belakang (posterior) sulkus sentralis merupakan daerah sensori. Pada daerah ini berbagai sifat perasaan dirasakan kemudian ditafsirkan.
  • Daerah pendengaran (auditor) terletak pada lobus temporal. Di daerah ini, kesan atau suara diterima dan diterjemahkan.
  • Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung lobus oksipital yang menerima bayangan dan selanjutnya bayangan itu ditafsirkan.
  • Adapun pusat pengecapan dan pembau terletak di lobus temporal bagian ujung anterior.


Anatomi serebrum
(http://www.thewellingtonneurosurgeryunit.com/images/cerebrum.jpg)

Area di otak depan yang sangat penting juga adalah hipotalamus dan talamus. Hipotalamus adalah daerah kecil yang terletak di dasar otak depan dan memiliki berat beberapa miligram. Hipotalamus berperan sebagai pusat pengatur homeostasis tubuh, misalnya berkaitan dengan pengaturan suhu tubuh, rasa haus, rasa lapar dan kenyang, pengeluaran urin, pengaturan pengeluaran hormon dari kelenjar pituitari bagian anterior dan posterior [baca : Perbedaan Hormon Hipofisis Anterior dan Posterior], serta perilaku reproduktif.

Letak talamus dan hipotalamus
(http://www.medicalartlibrary.com/images/thalamus-hypothalamus.jpg)

Talamus terletak di sebelah atas hipotalamus, berperan sebagai “stasiun relay” untuk informasi sensori yang dikirim ke otak besar. Jadi, talamus akan menyeleksi dan menyalurkan impuls-impuls sensor yang penting menuju otak besar.

b. Otak Tengah

Otak tengah (Diensefalon) manusia cukup kecil dan tidak menyolok, terletak di depan otak kecil dan jembatan Varol (ons Varolii). Bagian terbesar dari otak tengah pada sebagian besar Vertebrata adalah lobus optika yang ukurannya berbeda-beda. Pada mamalia (termasuk manusia) terdapat korporat kuadrigemina (sebagai lobus optika pada Vertebrata tingkat rendah) yang berfungsi membantu koordinasi gerakan mata, ukuran pupil mata (melebar/menyempit), dan refleks pendengaran tertentu. Selain itu otak tengah mengandung pusat-pusat Yat mengendalikan keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak depan dan otak belakang, juga antara otak depan dengan mata. Otak tengah merupakan bagian atas batang otak. Semua berkas serabut saraf yang membawa informasi sensori sebelum memasuki talamus akan melewati otak tengah.

c. Otak Belakang

Otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varolii), sumsum lanjutan (medula oblongata), dan otak kecil (serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.

1. Jembatan Varol (pons Varolii)

Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.

2. Sumsum lanjutan (medula oblongata)

Sumsum lanjutan atau medula oblongata membentuk bagian bawah batang otak serta menghubungkan pons Varolii dengan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan impuls saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologis, seperti detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya adalah mengatur gerak refleks, seperti batuk, berkedip, dan bersin [baca : PerbedaanGerak Sadar dan Gerak Refleks].

3. Otak Kecil (Serebelum)

Otak kecil (serebelum) merupakan bagian terbesar otak belakang. Otak kecil ini terletak di bawah lobus oksipital serebrum. Otak kecil terdiri dari dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.

Bagian batang otak
Artikel Penunjang : Sistem Rangka Tubuh Manusia
SUMSUM TULANG BELAKANG (MEDULA SPINALIS)

Sumsum tulang belakang terletak di dalam rongga ruas-ruas tulang belakang, memanjang dimulai dari ruas tulang leher sampai dengan antara tulang pinggang pertama dan kedua. Susunan sumsum tulang belakang sama seperti susunan sumsum lanjutan (medula oblongata), yaitu tersusun atas dua lapisan: lapisan luar berwarna putih berisi dendrit dan neurit, sedangkan lapisan dalam berwarna abu-abu yang banyak mengandung sel saraf [baca : Sistem Saraf Tepi (Saraf Kranial dan SarafOtonom)].

Penampang melintang sumsum tulang belakang bagian dalam yang berwarna abu-abu berbentuk seperti kupu-kupu (ada yang mengatakan seperti huruf H) dan terdiri atas:
  1. Akar dorsal yang mengandung saraf sensori
  2. Akar ventral yang mengandung saraf motor referen
  3. Saluran pusat (kanal sentral), yaitu saluran yang mengandung cairan serebrospinal yang berhubungan dengan rongga ventrikel dalam otak


Substansi putih yang terdapat di tepi dan mengelilingi substansi abu-abu berisi:
  1. Serabut-serabut saraf spinal yang datang dari substansi abu-abu
  2. Serabut saraf sepanjang sumsum tulang belakang yang menghubungkan saraf spinal dengan otak.


Fungsi sumsum tulang belakang adalah sebagai pusat dari gerak refleks, penghantar impuls sensori dari kulit atau dari otot ke otak, dan membawa impuls motor dari otak ke ke otot tubuh.

Referensi:
  • Syamsuri, Istamar. Biologi 2A untuk SMA. Jakarta : Erlangga


Inilah postingan mengenai Sistem Saraf Pusat (Otak dan Sumsung Tulang Belakang), semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Arigatou gozaimasu J