Sunday, 20 September 2015

Pengertian, Sifat, Bentuk, dan Jenis -Jenis Magnet

Tags
Selamat datang di softilmu blog sederhana yang berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang Magnet, beberapa topik pembahasan utama adalah Pengertian Magnet, Sifat- Sifat Magnet, Teori Kemagnetan, Benda Berdasarkan Sifat Kemagnetannya, Bentuk – bentuk magnet, dan Jenis –jenis Magnet. Semoga dapat bermanfaat.

A. PENGERTIAN MAGNET
Magnet adalah benda yang mampu menarik benda – benda disekitarnya. Setiap Magnet memiliki sifat kemagnetan. Kemagnetan adalah kemampuan benda tersebut untuk menarik benda-benda lain disekitarnya. Kata Magnet diambil dari nama daerah di asia yaitu Magnesia, di tempat inilah bangsa Yunani menemukan menemukan sifat magnetik dari bebatuan yang mampu menarik biji besi. Menurut perkiraan ilmuan, Cina merupakan bangsa pertama yang memanfaatkan magnet sebagai penunjuk arah atau kompas.



B. SIFAT – SIFAT MAGNET
  • Magnet hanya dapat menarik benda – benda tertentu dalam jangkauannya, artinya tidak semua benda dapat ditarik
  • Gaya Magnet dapat menembus benda, semakin kuat gaya magnet maka semakin tebal pula benda yang dapat ditembus oleh gaya tersebut
  • Magnet mempunyai dua kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub Selatan
  • Apabila Kutub yang sejenis / senama didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling tolak menolak,  namun apabila kutub yang berbeda didekatkan satu sama lain maka mereka akan saling Tarik Menarik
KUTUB MAGNET
  • Medan Magnet akan membentu Gaya Magnet. Semakin Dekat benda dengan Magnet, medan magnetnya semakin rapat, sehingga gaya magnetnya akan semakin besar. Demikian pula sebaliknya
MEDAN MAGNET
  • Sifat Kemagnetan dapat hilang atau melemah karena bebarapa penyebab, contohnya apabila terus menerus jatuh, terbakar, dll



C. BENDA BERDASARKAN SIFAT KEMAGNETANNYA
Berdasarkan kemagnetannya benda dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :

1. Benda Magnetik (Feromagnetik)
Feromagnetik adalah benda yang dapat ditarik dengan kuat oleh magnet. Benda Magnetik yang bukan magnet dapat diolah menjadi magnet, namun setiap benda memiliki tingkat kesulitan yang berbeda jika ingin diubah menjadi magnet. Contoh benda ini adalah besi, baja, nikel, dll.

2. Benda Non – Magnetik
  • Benda ini terbagi lagi menjadi dua kelompok, yaitu :
  • Paramagnetik, yaitu benda yang dapat ditarik dengan lemah oleh magnet kuat, contohnya alumunium, tembaga, platina, dll.
  • Diamagnetik, yaitu benda menolak magnet, artinya benda ini tidak dapat ditarik oleh magnet, contohnya emas, seng, merkuri, dll.

D. TEORI KEMAGNETAN
  • Sebuah Magnet akan selalu tersusun atas magnet-magnet kecil yang disebut magnet elementer.
  • Pada Benda Magnetik, Magnet elementer ini tersusun secara teratur, Namun pada benda non-magnetik, magnet elementer tersusun secara acak.
  • Bahan magnetik yang bukan magnet dapat diubah menjadi magnet dengan prinsip membuat magnet elementer menjadi teratur.
  • Bahan Magnetik lunak lebih mudah dijadikan magnet karena lebih mudah untuk menyusun magnet elementer menjadi teratur
  • Apabila sebuah magnet dipotong, maka masing-masing potongan tetap memiliki kutub utara dan kutub selatan

E. MACAM – MACAM BENTUK MAGNET
Sekarang magnet memiliki banyak bentuk, karena setiap bentuk magnet dibuat dengan tujuan dan kegunaan yang berbeda. Secara umum terdapat 5 bentuk tetap magenet, yaitu Magnet Batang, Magnet Silinder, Magnet Jarum, Magnet Cincin, Magnet U (Magnet Ladam). Silahkan sahabat melihat gambar dibawah ini agar lebih mengenali macam – macam bentuk magnet.
BENTUK BENTUK MAGNET

F. JENIS – JENIS MAGNET
Secara garis besar, terdapat 2 jenis magnet, yaitu :
1. Magnet Alam
Magnet Alam adalah magnet yang sudah memiliki sifat kemagnetan secara alami, artinya tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya adalah gunung ida di Magnesia yang mampu menarik benda – benda disekitarnya.
2. Magnet Buatan
Magnet Buatan adalah magnet yang dibuat manusia, magnet buatan dibuat dari bahan – bahan magnetik kuat seperti besi dan baja. Magnet buatan terbagi lagi menjadi 2, yaitu :
  • Magnet Tetap (Pemnanen), merupakan magnet yang sifat kemagnetannya bersifat permanen, meskipun proses pembuatannya sudah dihentikan.
  • Magnet Sementara (Remanen), merupakan magnet yang sifat kemagnetannya hanya sementara, yaitu hanya terjadi selama proses pembuatannya.


Nah itulah pembahasan pada postingan kali ini, semoga ilmunya dapat bermanfaat. Apabila masih ada yang belum dipahami silahkan tanyakan melalui kotak komentar di bawah, kami akan berusan merespon dengan cepat dan tepat. Terimakasih telah berkunjung. J

Saturday, 19 September 2015

Pengertian, Penyebab, dan Jenis - Jenis Inflasi

Tags
Selamat datang di softilmu, blog tentang ilmu pengetahuan yang berbagi dengan penuh keikhlasan. Kali ini kami akan berbagi ilmu tentang INFLASI, beberapa Poin utama yang akan kami bahas adalah Pengertian Inflasi, Penyebab atau Sumber Inflasi, Teori Inflasi, Jenis-Jenis Inflasi, dan Cara Menghitung Inflasi. Langsung saja ya semoga dapat bermanfaat ilmunya.

A. PENGERTIAN INFLASI
Secara sederhana, Inflasi adalah kenaikan harga - harga secara secara umum dan terus menerus.  Karena harga barang terus naik, maka inflasi akan menyebabkan turunnya nilai mata uang dan menurunkan daya beli masyarakat. Inflasi merupakan salah satu masalah ekonomi yang tidak akan mampu dihilangkan secara tuntas. Oleh karena itu upaya pemerintah adalah untuk mengontrol laju inflasi karena kita tidak bisa mengatasi inflasi sampai tuntas. Sumber dari penyebab inflasi adalah uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dari yang dibutuhkan.
PENGERTIAN, PENYEBAB, DAN JENI INFLASI 
B. PENYEBAB ATAU SUMBER INFLASI
Terdapat tiga penyebab utama Inflasi, yaitu :
  • Inflasi karena Naiknya Permintaan (Demand Pull Inflation), Inflasi ini terjadi karena menigkatnya permintaan total yang berlebihan sehingga akan memberi pengaruh pada harga barang atau jasa. Kenaikan permintaan terjadi karena masyarakat memiliki dana yang cukup, Hal ini membuktikan bahwa uang yang beredar di masyarakat lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Akibat banyaknya uang yang beredar, maka daya beli masyarakat akan meningkat sehingga akan meningkatkan harga pula.
  • Inflasi karena Biaya Produksi (Cost Pust Inflation), yaitu inflasi yang terjadi karena peningkatan biaya produksi untuk menghasilkan barang yang akan dipasarkan. Kenaikan Harga terjadi pada tingkat produsen (kelompok ekonomi yang memproduksi barang atau jasa). Akibat terjadi kenaikan harga produksi, produsen akan menaikkan harga barang untuk menutupi dana produksi.
  • Imported Inflation, yaitu inflasi yang terjadi karena kenaikan harga barang di luar negeri dan berpengaruh kepada negara lain yang memiliki hubungan ekonomi dengan negara tersebut. Oleh karena itu inflasi akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekspor dan Impor.

Baca juga : Pengertian, Prinsip, Tujuan dan Jenis Koperasi


C. JENIS – JENIS INFLASI
1. Berdasarkan Tingkat Keparahannya
  • Inflasi Ringan (Creeping Inflation), yaitu inflasi yang besarnya kurang dari 10 % per tahun. Inflasi ini tidak akan memberi pengaruh yang besar terhadap keadaan ekonomi suatu negara, selain itu inflasi ini juga dibutuhkan agar produsen memproduksi lebih banyak barang.
  • Inflasi Sedang (Galloping Inflation), yaitu Inflasi yang besarnya antara 10 – 30 % per tahun. Inflasi ini dapat menurunkan kesejahteraan masyarakat namun belum terlalu membahayakan bagi negara. Kenaikan harga pada inflasi sedang cenderung cepat.
  • Inflasi Berat (High Inflation), yaitu inflasi yang besarnya antara 30 – 100 %. Inflasi berat akan membuat kondisi ekonomi di suatu negara menjadi kacau.
  • Inflasi Sangat Berat (HyperInflation), yaitu inflasi yang bersarnya lebih dari 100%. Pada kondisi ini, masyarakat tidak mau menyimpan uang karena nilainya menurun drastis dengan sangat cepat, sehingga banyak yang membelanjakan uangnya.

2. Berdasarkan Asalnya
  • Inflasi Dalam Negeri (Domestic Inflation), yaitu inflasi yang timbul karena adanya defisit (pengeluaran > pemasukan) pembiayaan atau belanja negara. Sehingga pemerintah mengatasinya dengan mecetak uang baru. Adanya uang baru membuat peredaran uang semakin luas sehingga akan berakibat pada kenaikan harga barang.
  • Inflasi Luar Negeri (Imported Inflation), yaitu inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga barang pada suatu negara, sehingga negara lain yang memiliki hubungan ekonomi (ekspor impor) dengan negara tersebut akan terpengaruh oleh inflasi.

3. Berdasarkan Barang yang harganya naik
  • Inflasi Tertutup (Closed Inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh naiknya harga dari satu, dua, atau hanya beberapa barang. Inflasi ini biasanya terjadi apabila barang yang harganya naik merupakan barang yang sangat berpengaruh pada negara tersebut. Contohnya kenaikan harga beras di Indonesia.
  • Inflasi terbuka (Open Inflation), yaitu inflasi yang disebabkan oleh naiknya harga semua barang pada negara.

D. TEORI INFLASI
a. Teori Kuantitas
Secara khusus, Teori ini menjelaskan bahwa tingginya harga barang ditentukan oleh banyaknya uang yang beredar di masyarakat, cepatnya perpindahan uang, dan turunnya transaksi barang produksi. Semakin banyak uang yang beredar maka semakin tinggi harga barang. Namun secara umum teori ini menjelaskan 3 hal, yaitu :
  • Jika dalam suatu sistem perekonomian, jumlah uang yang beredar (M) dan transaksi barang produksi (T) relatif tetap, maka harga (P) akan naik jika perpindahan uang (V) dari satu tangan ke tangan lain berlangsung cepat (masyarakat terlalu konsumtif).
  • Jika dalam suatu sistem perekonomian, Kecepatan perpindahan uang (V) dan jumlah barang produksi (T) Tetap. Maka Kenaikan harga disebabkan oleh terlalu banyak uang yang dicetak dan beredar di masyarakat.
  • Jika dalam suatu sistem perekonomian, kecepatan perpindahan uang (V) dan jumlah uang yang beredar (M) tetap. Maka kenaikan harga disebabkan oleh turunnya transaksi barang produksi (T)

b. Teori Keynes
Teori Keynes menyatakan bahwa inflasi terjadi karena masyarakat mencoba untuk hidup di luar batas kemampuan ekonominya atau beberapa golongan masyarakat terlalu bernafsu untuk memiliki barang yang diinginkan secara berlebihan. Intinya, Inflasi terjadi karena adanya persaingan antar masyarakat yang akan membuat tingginya permintaan dan produksi barang yang lebih sehingga menyebabkan kenaikan harga.

c. Teori Strukturalis
Teori ini menjelaskan inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Menurutnya, Inflasi terjadi karena produsen tidak mampu memenuhi permintaan terhadap barang yang terlalu banyak, sehingga keagiatan produksi berlangsung lambat, sehingga akan terjadi kenaikan harga barang, karena barang yang dicari menjadi sedikit langka.

E. PERHITUNGAN DAN RUMUS INFLASI
Inflasi merupakan hal yang sangat penting dalam perekonomian, oleh karena ini kita harus bisa menghitungnya dengan pasti agar tahu bagaimana keadaan sistem perekonomian dalam lingkungan kita. Nah Kenaikan harga Inflasi atau Laju Inflasi adalah Persentase kenaikan harga dari beberapa indeks harga dari satu periode ke periode lainnya. Sedangkan Indeks Harga adalah perbandingan harga rata-rata barang pada tahun yang dihitung dengan harga rata-rata barang pada tahun dasar. Tahun dasar yang kita gunakan disini adalah bebas, namun sebaiknya digunakan tahun dimana kondisi ekonomi stabil dan tidak terlalu lama dengan tahun yang dihitung.
Secara Matematis Inflasi dapat dirumuskan dengan
(IHn – IH(n-1) / IH(n-1)) x 100%
Ada beberpa indikator yang dijadikan pedoman untuk mengetahui inflasi, yaitu :
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah Indeks yang menunjukan seberapa tinggi tingkat pembelian harga atau jasa oleh konsumen dalam jangka waktu tertentu. IHK berguna untuk menilai inflasi dari sisi konsumen dan dianggap mencerminkan rata-rata konsumsi masyarakat.
  • Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) adalah indeks yang menunjukan seberapa tinggi tingkat harga barang atau jasa yang diterima produsen dalam berbagai tingkatan produksi. IHPB digunakan untuk melihat inflasi dari sisi produsen. IHPB menggali informasi tentang besarnya perubahan harga pada tingkat harga perdagangan besar (grosir) pada daerah tertentu.
  • Indeks Harga Implisit (IHI) adalah indeks yang menunjukan seberapa tinggi tingkat harga barang dan jasa yang biasa dibeli konsumen dalam julah yang besar. IHI umumnya meliputi wilayah yang lumayan luas dalam pengamatannya. IHI berguna untuk menilai inflasi dari sisi Ekonomi Makro.


Nah Itulah pembahasan kami kali ini tentang Pengertian, Penyebab, dan Jenis- Jenis Inflasi. Semoga dapat bermanfaat bagi sahabat semua. Apabila masih ada materi yang belum dipahami terkait dengan postingan kali ini, silahkan tanyakan pada kotak komentar di bawah. Terimakasih telah berkunjung di Softilmu. J

Hormon - Hormon Pada Tumbuhan

Tags
Baiklah sobat kali ini kita akan membahas tentang Hormon Tumbuhan (Auksin, Giberilin, Sitokinin, Asam Absisat, Gas Etilen, Asam Traumatin, dan Kalin).

Hormon tumbuhan atau fitohormon adalah senyawa organik yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan yang dibuat oleh suatu bagian tumbuhan. Hormon tumbuhan dengan konsentrasi rendah menyebabkan suatu dampak fisiologis. Dampak fisiologis adalah akibat yang terjadi pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.

Beberapa contoh hormon tumbuhan antara lain auksin, giberilin, sitokonin, asam absisat, etilen, asam traumatin, dan kalin. Hormon buatan atau hormmon yang dibuat oleh organisme selain tumbuhan tidak dapat digolongkan sebagai hormon tumbuhan, melainkan disebut sebagai zat pengatur tumbuhan.

a. Hormon Auksin

Berkat penelitian oleh Frits Went (1926-1928), sekarang kita mengetahui adanya zat yang dihasilkan oleh ujung tumbuhan yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan. Zat itu disebut sebagai auksin. Went menemukan auksin pada ujung koleoptil kecambah sejenis gandum (Avena sativa). Ternyata, auksin dapat ditemukan di ujung batang dan akar, serta tempat pembentukan bunga, buah, dan daun pada tumbuhan. Auksin ada yang telah diisolasi dari berbagai sumber, misalnya dari endosperma jagung, yaitu asam indol asetat (IAA = indole acetic acid). Isolasi adalh pemisahan dan pengambilan zat tertentu dari sumbernya.

Fungsi auksin antara lain mengatur pembesaran sel dan memacu pemanjangan sel di daerah belakang meristem ujung. Pengaruh auksin yang lain adalah merangsang pembelahan sel-sel kambium, meningkatkan perkembangan bunga dan buah, merangsang perkembangan akar lateral, dan menyebabkan pembengkokan batang.


Sel-sel yang mengandung lebih banyak auksin berukuran lebih panjang daripada yang mengandung sedikit auksin, akibatnya batang mmbengkok. Pembengkokan batang yang diakibatkan oleh arah datangnya cahaya ternyata juga berhubungan dengan penyebaran auksin. Batang yang terkena cahaya memiliki auksin yang lebih sedikit, karena auksin mengalami kerusakan jika terkena sinar, akibatnya batang membengkok menuju arah datangnya cahaya.

b. Hormon Giberilin

Giberilin pertama kali ditemukan di Jepang oleh Eiichi Kurosawa (1926) pada saat ia mempelajari penyakit pada padi. Kurosawa menemukan bahwa padi yang terserang jamu Gibberella fujikuroi mengalami pertumbuhan cepat, batangnya tinggi, dan berwarna pucat. Setelah diisolasi, senyawa yang dihasilkan jamur tersebut dinamakan giberilin.

Giberilin ditemukan pada bagian tumbuhan, misalnya pucuk batang, ujung akar, bunga, buah, dan terutama pada biji.  Peranan giberilin adalah merangsang pemanjangan batang, perkecambahan, pertumbuhan tunas, mempercepat munculnya bunga, dan merangsang pertumbuhan buah secara partenokarpi (tanpa fertilisasi). Giberilin dapat menyebabkan tumbuhan kerdil tumbuh menjadi tumbuhan raksasa, umumnya tinggi tumbuhan mencapai 3-5 tinggi yang normal.

c. Hormon Sitokinin

Pada tahun 1913, Gottlieb Haberlandt menemukan suatu senyawa yang memacu pembelahan sel pada umbi kentang yang terpotong. Pada tahun 1940, Johanes van Dverbeek menemukan bahwa air kelapa muda mengandung senyawa yang memacu pembelahan sel. Penemuan tersebut diperkuat oleh Folke Skoog dan kawan-kawan pada tahun 1950. Selanjutnya, senyawa tersebut dikenal dengan nama sitokinin. Sitokinin alamiah yang umum adalah zeatin, yang pertama kali diambil dari endosperma biji jagung pada tahun 1964 oleh Letham. Sitokinin alami banyak terdapat pada organ muda tumbuhan (biji, daun, buah) dan ujung akar. Sitokinin disintesis dalam akar dan diangkut ke organ lain. Sitokinin buatan misalnya kinetin dan BAP (g-benzilaminopurin).

d. Hormon Asam Absisat

Tidak semua hormon pada tumbuhan memacu pertumbuhan. Ada hormon yang justru menghambat pertumbuhan, misalnya asam absisat (absisin).

Secara umum, fungsi asam absisat adalah menghambat pembelahan dan pemanjangan sel, menunda pertumbuhan, dan membantu dormansi. Hal ini dilakukan untuk membantu tumbuhan bertahan dalam kondisi yang buruk. Misalnya, merangsang penutupan stomata daun pada musim kering sehingga transpirasi (penguapan) berkurang, dan meluruhkan daun pada musim kering sehingga tumbuhan tidak kehilangan air melalui transpirasi.

Asam absisat ditemukan oleh F.I. Addicott (1963) yang mengamati absisi pada tanaman kapas. Asam absisat pada awalnya disebut dormina.

e. Hormon Gas Etilen

Pada tahun 1934, R. Gane berhasil membuktikan bahwa etilen disintesis oleh tumbuhan dan berperan untuk mempercepat pematangan buah. Etilen adalah gas yang dikeluarkan terutama oleh buah yang sudah tua. Jika buah yang sudah tua diletakkan di suatu tempat tertutup, buah akan cepat masak. Hal itu karena buah tersebut mengeluarkan gas etilen yang mempercepat pematangan buah. Para pedagang sering memeram buah dengan gas etilen agar cepat masak. Nama dagang etilen adalah karbit.

Selain berperan dalam pemasakan buah, etilen juga menyebabkan batang menjadi tebal, untuk menahan pengaruh angin. Kombinasi etilen dengan hormon lain dapat memberikan efek yang menguntungkan. Misalnya, etilen dengan auksin dapat memacu pembungaan pada mangga dan nanas. Kombinasi etilen dengan giberilin dapat mengatur tumbuhnya bunga jantan dan bunga betina.

f. Hormon Asam Traumatin

Asam traumatin dianggap sebagai hormon luka, karena merangsang pembelahan sel-sel di bagian tumbuhan yang luka. Dengan demikian jaringan yang terluka akan tertutup kembali.

g. Hormon Kalin

Kalin adalah hormon yang berfungsi merangsang pembentukan organ tumbuhan. Kalin dibedakan menjadi empat macam, yaitu rizokalin untuk merangsang pembentukan akar, kaulokalin merangsang pembentukan batang, filokalin merangsang pembentukan daun, dan antokalin atau florigen yang merangsang pembentukan bunga.


Baiklah sobat inilah postingan kali ini mengenai Hormon Tumbuhan. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya. J

Thursday, 17 September 2015

Gerakan Tumbuhan, Etionom (Tropisme, Taksis, Nasti) dan Otonom

Tags
Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas tentang Gerakan Tumbuhan Etionom (Tropisme, Taksis, Nasti) dan Otonom.

A. Gerak Etionom

Gerak etionom adalah reaksi gerakan tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan dari luar. Berdasarkan hubungan antara arah respons gerakan dengan arah asal rangsangan, gerak etionom dapat dibedakan menjadi gerak tropisme, taksis, dan nasti. Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan, maka disebut gerak tropisme. Jika yang bergerak seluruh bagian tumbuhan, maka disebut gerak taksis. Jika gerakannya itu tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, disebut gerak nasti.

1. Tropisme

Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup bunga, atau sulur. Gerak tropisme dapat dibedakan menjadi tropisme positif apabila gerak itu menuju sumber rangsangan dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsangan. Ditinjau dari macam sumber rangsangannya, tropisme dapat dibedakan lagi menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme.

a. Fototropisme

fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan cahaya. Gerakan bagian tumbuhan yang menuju ke arah cahaya disebut fototropisme positif. Misalnya gerak ujung batang tumbuhan yang membelok ke arah datangnya cahaya. Oleh karena itu, tanaman pot yang diletakkan di dalam kamar dekat jendela tumbuh membelok ke arah jendela tempat datangnya cahaya. Jika bagian tumbuhan bergerak menjauhi cahaya, disebut fototropisme negatif. Misalnya, gerak tumbuh ujung akar menjauhi cahaya.

b. Geotropisme

Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika arah gerakan menuju rangsang disebut geotropisme positif, misalnya gerakan akar menuju tanah. Jika arah gerakan menjauhi rangsang geotropisme negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

c. Hidrotropisme

Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan air (hidro = air). Jika gerakan itu mendekati air, maka disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuhan tumbuh bergerak menuju tempat yang banyak airnya di tanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air disebut hidrotropisme negatif. Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh ke atas menjauhi air.

d. Kemotropisme

Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannya mendekati zat kimia tertentu disebut kemotropisme positif. Contoh gerak tropisme positif adalah gerak akar menuju zat di dalam tanah. Jika gerakannya menjauhi zat kimia tertentu disebut kemotropisme negatif, contohnya gerak akar menjauhi racun.


e. Tigmotropisme

Gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan sentuhan pada satu sisi atau persinggungan disebut tigmotropisme. Gerakan ini tampak jelas pada gerak membelit ujung batang ataupun ujung sulur dar Cucurbitaceae, misalnya ketimun. Contoh tanaman yang bersulur lainnya adalah ercis, anggur, markisa, semangka, Passiflora (misalnya ciplukan) dan Ipomoea (misalnya ketela rambat).


2. Taksis

Taksis adalah gerakan seluruh tubuh atau gerak berpindah tempat bagian dari tubuh tumbuhan yang arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. Gerakan yang arahnya mendekati sumber rangsangan disebut sebagai taksis positif dan yang menjauhi sumber rangsangan disebut taksis negatif. Macam atau sumber rangsangan taksis meliputi cahaya, zat kimia, dan rangsang listrik.

Jika rangsangan berupa zat kimia, gerak yang timbul disebut kemotaksis. Contohnya gerak gamet jantan berflagela (spermatozoid) yang dihasilkan oleh anteridium lumut ke arah gamet betina (sel telur) di dalam arkegonium. Gamet jantan akan berenang melewati cairan seperti embun atau air hujan, ke arah arkegonium karena adanya rangsangan zat kimia pemikat yang dihasilkan oleh arkegonium. Kemotaksis positif dapat juga terjadi pada bakteri. Misalnya bakteri oksigen akan bergerak menuju ke sumber oksigen.

Jika rangsangan yang datang berupa cahaya, disebut fototaksis, jika rangsangan berupa listrik disebut galvanotaksis. Fototaksis dan galvanootaksis biasanya terjadi pada organisme tingkat rendah. Fototaksis positif dapat terjadi pada alga dan bakteri. Misalnya alga bersel satu Euglena peka terhadap rangsangan cahaya sehingga bergerak mendekati arah datangnya cahaya. Galvanotaksis positif dan negatif dapat terjadi pada beberapa spesies bakteri.

Gerak taksis dapat pula berlangsung secara pasif. Misalnya gerak tumbuhan kiambang, eceng gondok, genjer, atau tumbuhan air lain yang berpindah tempat karena terbawa arus air.

3. Nasti

Nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, tetapi ditentukan oleh tumbuhan itu sendiri. Gerak nasti antara lain fotonasti, niktinasti, tigmonasti (seismonasti), termonasti, hidronasti, dan nasti kompleks.

a. Fotonasti

fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Misal, gerakan mekarnya bbunga pukul empat (Miranilis jalapa) di sore hari. Mekarnya bunga puku empat itu dipengaruhi oleh cahaya matahari yang diterimanya, namun gerakannya tidak menuju ke arah datangnya cahaya matahari. Contoh lain adalah gerak mekarnya bunga sidaguri pada kira-kira jam 9 pagi dan menutup menjadi layu menjelang jam 12 siang. Beberapa spesies lain dari anggota Malvaceae (kapas-kapasan) seperti kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), mekar pada siang hari dan menguncup pada malam hari. Bunga wijayakusuma (Ephiphyllim hookeri) mekar pada malam hari dan layu menjelang pagi hari.

b. Niktinasti

Niktinasti (nyktos = malam) merupakan gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Misalnya, pada malam hari, daun-daun tumbuhan Leguminosae (polong-polongan), seperti bunga merak (Caesalpinia pulcherrima) dan daun kupu-kupu (Bauhinia purpurea), akan menutup dan akan membuka keesokan harinya ketika matahari terbit.

c. Tigmonasti atau Seismonasti

Tigmonasti adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh rangsangan sentuhan atau getaran. Contohnya adalah gerakan menutupnya daun si kejut atau putri malu (Mimosa pudica) jika disentuh. Meskipun hanya satu anak daun yang dirangsang dengan sentuhan, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan sehingga anak daun lain ikut mengatup.


d. Termonasti

Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang suhu seperti mekarnya bunga tulis dan crocus. Bunga-bunga tersebut mekar jika mendadak mengalami kenaikan temperatur, dan akan menutup kembali jika temperatur menurun.

e. Haptonasti

Haptonasti adalah gerak nasti yang terjadi pada tumbuhan insektivor yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Daun pada tumbuhan insektivor, misalnya Dionaea, sejenis tumbuhan perangkap lalat (venus flytrap), sangat sensitif terhadap sentuhan. Jika ada serangga yang menyentuh bagian dalam daun, daun akan segera menutup sehingga serangga akan terperangkap di antara kedua belahan daun.


f. Hidronasti atau Higronasti

Hidronasti adalah gerak yang terjadi terhadap keadaan air, contoh gerak menggulungnya daun padi dan daun sere (Cymbopogon nardus), jika keadaan kurang air.

g. Nasti Kompleks

Nasti kompleks adalah gerakan nasti yang disebabkan oleh beberapa faktor sekaligus, seperti karbon dioksida, pH, temperatur, dan kadar kalsium. Contohnya, gerak membuka dan menutupnya stomata pada daun.

B. Gerak Endonom atau Otonom

Gerak tumbuhan yang disebabkan oleh rangsangan atau faktor-faktor yang diduga berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri disebut gerak endonom atau gerak otonom. Gerak ini dikenal pula sebagai gerak spontan dari tumbuhan karena tumbuhan melakukan gerakan spontan, tanpa adanya pengaruh rangsangan dari luar. Gerak endonom yang paling umum adalah nutasi, yaitu gerak ujung batang yang sedang tumbuh atau organ lainnya seperti daun, stolon, tangkai bunga, dan akar, yang gerakannya membentuk lintasan melingkar di udara. Contoh lainnya gerak rotasi sitoplasma atau disebut siklosis pada sel-sel daun Hydrilla verticallata. Melalui pengamatan dengan mikroskop, gerakan sitoplasma dapat diamati dengan tampaknya gerakan kloroplas.
Artikel Penunjang : Pengertian, Ciri, dan Klasifikasi Kingdom Plantae (Tumbuhan)
Gerak endonom yang lain adalah gerak higroskopis. Gerak higroskopis merupakan gerak bagian bagian tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air di dalam bagian tumbuhan. Contohnya, pecahnya kulit buah polong-polongan, pecahnya kulit buah tumbuhan pacar air, membukanya kotak spora (sporangium) tumbuhan lumut dan paku saat mengeluarkan spora.

Baiklah sobat, inilah postingan kita kali ini mengenai Gerak Tumbuhan, semoga dapat membantu teman-teman semua. J