Wednesday, 7 December 2016

Pengertian, Teknik, Proses, dan Jenis Kultur Jaringan

Tags

Baiklah sobat softilmu, kali ini kita akan membahas mengenai KULTUR JARINGAN TUMBUHAN, yang terdiri dari Pengertian Kultur Jaringan, Jenis-jenis Kultur Jaringan, Media Kultur Jaringan, Teknik Kultur Jaringan, Syarat Kultur Jaringan, Proses Kultur Jaringan, Manfaat Kultur Jaringan dan Dampak Kultur Jaringan. Tanpa perlu memperpanjang kata langsung saja kita masuk ke pembahasannya.

A. PENGERTIAN KULTUR JARINGAN
Menurut istilah, kultur jaringan terdiri dari dua kata, yaitu kultur yang berarti budidaya, dan jaringan yang berarti sekumpulan sel yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama. Jadi, kultur jaringan ialah suatu upaya untuk membudidayakan sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama dari suatu tanaman, sehingga menjadi tanaman baru yang lengkap.

Kultur jaringan dilakukan dengan mengisolasi bagian-bagian tanaman tertentu, seperti mata tunas, daun, dan lain-lain lalu menumbuhkan jaringan tersebut ke dalam suatu wadah tertutup yang tembus cahaya dan dengan prinsip yang aseptic (steril), sehingga tanaman dapat beregenerasi menjadi tanaman baru yang lengkap.

Jaringan yang diambil untuk kultur jaringan baiknya ialah jaringan meristem, yaitu jaringan muda yang masih aktif membelah, dinding tipis, plasmanya penuh, dan vakuolanya kecil-kecil. Penggunaan jaringan meristem akan lebih memaksimalkan hasil akhir kultur.


Proses kultur jaringan sebenarnya sudah lama terjadi. Pertama kali, kultur jaringan dilakukan oleh Gottlieb Haberland dengan menggunakan tanaman mesofil yang ada pada tumbuhan monokotil.

B. JENIS-JENIS KULTUR JARINGAN

Menurut jaringan yang dipilih untuk melakukan kultur, kultur jaringan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :

1. Kultur Polen
Kultur jenis ini merupakan kultur jaringan yang menggunakan serbuk sari sebagai eksplannya (jaringan yang dipilih untuk melakukan kultur).

2. Kultur Embrio
Merupakan jenis kultur yang memanfaatkan bagian tanaman berupa embrio tanaman. Misalnya embrio kelapa kopyor.

3. Kultur Protoplas
Merupakan jenis kultur yang menggunakan sel jaringan hidup tanpa dinding sebagai eksplannya.

4. Kultur Kloroplas
Merupakan jenis kultur yang menggunakan kloroplas (sel hijau) dari suatu tumbuhan untuk membuat tanaman baru yang lengkap.

5. Kultur Meristem
Merupakan kultur yang menggunakan bagian tanaman berupa jaringan yang masih muda yang aktif membelah (meristem) sebgaai eksplan kultur.

6. Kultur Enter
Yaitu jenis kultur jaringan yang menggunakan bagian tanaman berupa kepala sarinya sebagai eksplan.

C. MEDIA KULTUR JARINGAN

Ada dua macam media yang bisa dipilih untuk proses kultur jaringan, yaitu :

1. Media Dasar Murashige dan Skoog (MS)
Media ini digunakan pada semua jenis tanaman khususnya herbaceous. Pada media ini, dapat ditemukan unsur-unsur pertumbuhan dan mineral yang tinggi.

2. Media Dasar B5 atau Gamborg
Media ini digunakan untuk kultur suspense sel kedelai, alfafa, dan legume lainnya.

3. Media Dasar White
Media ini difungsikan untuk kultur akar. Namun, pada medium ini kandungan mineral dan zat-zat lain yang dibutuhkan oleh tanaman kultur rendah.

4. Media Vacint Went (VW)
Media ini digunakan khusus untuk tanaman anggrek

5. Media Dasar Nitcsh
Medium ini digunakan untuk kultur pollen dan kultur sel

6. Media Dasar Schenk dan Hildebrant
Media ini digunakan untuk tanaman-tanaman yang berkayu.

7. Media Dasar Woody Plant Medium (WPM)
Medi aini juga digunakan untuk tanaman-tanaman yang berkayu

8. Media Dasar N6
Media ini digunakan pada tanaman serealia, khususnya padi, dan serealia lain.

D. TEKNIK KULTUR JARINGAN

Teknik yang digunakan dalam proses kultur jaringan yaitu pertumbuhan tanaman secara vegetative. Suatu irisan bagian tanaman atau sel atau jaringan yang diambil diletakkan dan dipelihara di dalam dua media, yaitu media padat dan media cair. Jangan lupakan bahwa kultur jaringan membutuhkan media yang aseptic (steril).

Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan


Dengan diletakkannya pada media tersebut, maka bagian tanaman yang digunakan akan melakukan proliferasi dan membentuk kalus. Apabila kalus tersebut dipindahkan dan diletakkan pada media diferensiasi yang cocok, maka akan terbentuk planlet (tanaman baru yang kecil).


Teknik kultur jaringan sebenarnya menggunakan teori totipotensi yang ditemukan oleh Schleiden dan Schwan pada tahun 1838. Totipotensi ialah prinsip yang menyatakan bahwasanya bagian manapun dari tanaman yang diambil untuk dikembang biakkan, jika diletakkan pada media dan lingkungan yang sesuai, maka akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

E. SYARAT-SYARAT KULTUR JARINGAN

1. Pemilihan Eksplan
Jaringan yang diambil untuk dilakukan kultur seharusnya merupakan jaringan muda yang masih aktif membelah, sehingga dapat membantu perkembangan jaringan selanjutnya yang akan tumbuh menjadi tanaman baru.

2. Pemilihan Media
Media yang baik dan cocok digunakan untuk media kultur jaringan ialah media yang menyediakan segalam macam nutrisi bagi proses pertumbuhan jaringan seperti vitamin, mineral, sumber karbohidrat, dan zat pengatur hormone. Oleh karena itu, kita harus menambahkan berbagai macam vitamin, mineral, sumber karbohidrat, dan zat pengatur hormone ke dalam media kultur.

3. Pemilihan Lingkungan
Keadaan lingkungan yang baik yaitu memenuhi syarat-syarat aseptic sebagai prinsip dari kultur jaringan. Artinya, semua tahapan yang dilakukan dalam proses kultur haruslah steril. Hal ini bertujuan supaya menghindari kontaminasi kuman maupun bakteri. Sterilisasi eksplan dan media dapat dilakukan di dalam laminar air flow. Tempat penyimpanan juga haru sdiperhatikan, yaitu tempat yang suhu, pencahayaan, dan pengaturan udara yang baik.

E. PROSES DAN TAHAPAN KULTUR

1. Pemilihan dan Persiapan Tanaman Induk sebagai Sumber Eksplan
Hal ini merupakan hal yang sangat penting. Pemilihan tanaman dimulai dari jenis, spesies, dan varietas yang jelas. Tanaman juga harus sehat dan bebas dari hama dan penyakit. Persiapan pemilihan dapat dilakukan di dalam laminar air flow atau juga dapat dilakukan di greenhouse, agar tanaman yang ingin dikultur dapat tumbuh dengan baik.

2. Inisiasi Kultur
Tujuan dari inisiasi kultur disini yaitu untuk memenuhi prinsip aseptic dan aksenik. Aseptic ialah bebas dari mikroorganisme, sedangkan aksenik yaitu bebas dari mikroorganisme yang tidak diinginkan. Eksplan yang dikulturkan dapat menginisiasi pertumbuhan tanaman yang baru, sehingga kita dapat memilih bagian tanamn yang paling baik untuk proses kultur selanjutnya.

3. Sterilisasi
Sterilisasi dilakukan untuk memenuhi persyaratan bahwa segala sesuatu usaha yang dilakukan dalam proses kultur jaringan harus terbebas dari kontaminan. Tempat yang steril yang berada di dalam laminar air flow, alat yang ingin dipakai juga haru sdisterilkan dengan menggunakan larutan etanol, serta orang atau teknisi yang melakukan kultur juga harus steril.

4. Multiplikasi
Tahap ini dilakukan untuk menggandakan atau memperbanyak bahan tanaman dan juga memelihara bahan tanaman ini untuk dapat digunakan pada waktu-waktu tertentu. Perbanyakn dapat dilakukan melalui perangsangan pertumbuhan tunas cabang dan aksiler dan merangsang terbentuknya tunas pucuk yang adventif, baik secara langsung maupun melalui perangsangan kalus terlebih dahulu.

5. Pemanjangan Tunas, Induksi, dan Perkembangan Akar
Tunas-tunas yang dihasilkan pada saat multiplikasi dipindahkan dari media in-vitro yang bersifat steril ke lingkungan luar untuk proses pemanjangan tunas. Setelah tumbuh cukup panjang, tunas tersebut dapat diakarkan. Pemanjangan tunas maupun pengakaran dapat dilakukan dengan sekaligus ataupun dengan tahap satu persatu. Keberhasilan tahap ini ditentukan oleh mutu yang dihasilkan pada proses sebelumnya.

6. Aklimatisasi
Aklimatisasi merupakan proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru. Lingkungan baru yang dimaksud disini ialah lingkungan yang non aseptic seperti botol dengan media tanah atau pakis, sehingga planlet dapat terus bertahan menjadi tanaman yang siap untuk diindukkan.
Aklimatisasi merupakan prosedur yang sangat penting dan kritis di dalam keseluruhan proses kultur jaringan. Keberhasilan kultur jaringan dinyaatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke lingkungan eksternal dengan tingkat keberhasilan yang tinggi.

F. MANFAAT KULTUR
 ·        Dapat menciptakan tanaman baru yang bebas dari kontaminan berupa penyakit atau virus atau bakteri.
·        Dapat melestarikan tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya.
·        Dapat memproduksi tanaman baru dengan waktu yang singkat.
·        Pelaksanaannya tidak bergantung musim.
·        Untuk menciptakan varietas baru berdasarkan rekayasa genetik.

G. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF KULTUR

Positif :
·        Bibit yang dihasilkan bervariasi
·        Pengadaan bibit tidak bergantung kepada musim
·        Dapat menghasilkan bibit yang banyak dengan waktu yang singkat
·        Biaya transportasi lebih murah dan mudah
·        Bibit yang dihasilkan terhindar dari penyakit
·        Bibit yang diperoleh mempunyai sifat yang sama dengan induknya
·        Metabolit sekunder tanaman dapat segera diperoleh tanpa menunggu tanaman dewasa

Negatif :
·        Memerlukan proses aklimatisasi, Karena penyesuaian tempat hidup tanaman
·        Memerlukan biaya awal yang relative mahal
·        Hanya mampu dilakukan oleh orang dengan keahlian khusus
·    Dalam kultur sel hewan, hasil kultur tidak dapat menghasilkan individu baru selain kultur embrio
·        Tidak dapat mengubah sifat tanaman yang dihasilkan


Baiklah sobat, inilah postingan kali ini mengenai KULTUR JARINGAN TUMBUHAN. Semoga bermanfaat bagi sobat dan jangan lupa baca artikel lain di softilmu. J

Loading...


EmoticonEmoticon