Saturday, 6 May 2017

Kelompok Sosial - Pengertian, Fungsi, Ciri dan Macam-macam

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Kelompok Sosial. Manusia sebagai makhluk sosial selain berinteraksi sosial juga akan membentuk kelompok sosial sesuai dengan tujuannya masing-masing. Dalam artikel ini kami akan menjelaskan lebih lanjut mengenai Kelompok Sosial.

A.                 Pengertian Kelompok Sosial
Manusia merupakan makhluk individu yang hidupnya tidak akan lepas dari hubungan dengan manusia lainnya, dan hubungan itu akan membentuk interaksi antara individu-individu (manusia), sehingga terbentuklah kelompok sosial yang didasari oleh kepentingan bersama.

Kelompok adalah kumpulan individu yang berinteraksi satu sama lain, memiliki pekerjaan yang berhubungan, dan interaksi.

Kelompok sosial adalah kumpulan dari individu-individu yang mempunyai pola perilaku tertentu dan interaksi yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya, sehingga diantara merka timbul perasaan bersama dan memiliki hubungan yang erat. Kumpulan dari individu-individu tersebut hidup secara bersama dan memiliki hubungan yang sifatnya timbal balik, dan mereka memiliki kesadaran akan keanggotaannya. Individu yang tergabung kedalam kelompok sosial mempunyai kesamaan aktivitas umum, interaksi, dan memiliki perasaan untuk membentuk suatu keseluruhan yang terorganisir.

kelompok sosial

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelompok sosial merupakan kumpulan dari individu yang beraktivitas, saling tolong-menolong, berinteraksi satu sama lain dan mempunyai hubungan erat secara timbal balik (saling berketergantungan), serta yang terpenting adalah memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya.

B.                  Fungsi Kelompok Sosial
Berdasarkan dampaknya, fungsi kelompok sosial dibagi menjadi dua, yaitu:
·                    Fungsi kelompok formal
Sebagai sarana untuk mengerjakan tugas-tugas yang sulit yang saling berkaitan dan sukar untuk dikerjakan, sebagai sarana untuk mencetuskan pikiran-pikiran baru atau pemecahan masalah yang memerlukan kreativitas tertentu, dan sebagai wahana sosialisasi serta pelaksanaan keputusan yang sulit untuk ditentukan.

·                             Fungsi kelompok individual
Merupakan fungsi kelompok yang berdasarkan bahwa setiap individu memiliki beraneka macam kebutuhan, dan kelompok dapat memenuhi kebutuhan yang meliputi pemenuhan kebutuhan persahabatan, dukungan, dan kasih sayang, sebagai sarana untuk mengembangkan, meningkatkan, dan menegaskan rasa identitas dan memelihara harga diri, sebagai sarana untuk menguji kenyataan sosial melalui diskusi dengan orang lain, pengembangan dari segi perspektif, dan konsensus bersama yang dapat mengurangi keragu-raguan dalam lingkungan sosial sehingga dapat diambil sebuah keputusan.

Selain itu, fungsi kelompok sosial secara garis besar adalah:
·                    Meningkatkan semangat dan produktivitas dalam berkelompok
·                    Meningkatkan rasa percaya yang lebih tinggi diri ketika memiliki tempat bernaung
·                    Membentuk kerjasama yang baik dalam mengerjakan sebuah tujuan
·                    Memiliki tempat bercerita, berkeluh kesah, dan mencurahkan perasaan
·                    Sebagai sarana untuk bertukar pikiran dan berdiskusi mengenai topik yang hendak dibicarakan bersama
·                    Sebagai wadah untuk bersatu meskipun memiliki perbedaan latar belakang
·                    Meningkatkan interpersonal skill, terutama dalam segi berinteraksi dan mengambil tindakan


C.                  Ciri Kelompok Sosial
Suatu kumpulan individu akan masuk dalam kriteria kelompok sosial, jika memenuhi persyaratan tertentu, yaitu :
·                    Adanya hubungan timbal balik atau feedback antara anggota yang satu dengan anggota lainnya dalam kelompok tersebut
·                    Setiap individu kelompok sosial menyadari bahwa ia merupakan sebagian dari kelompok yang bersangkutan
·                    Adanya suatu faktor yang dimiliki oleh individu-individu di dalam kelompok tersebut, sehingga ikatan mereka semakin era, faktor ini dapat berupa nasib yang sama, kepentingan yang sama, tujuan yang sama, ideologi politik yang sama dan sebagainya
·                    Memiliki strukturisasi tersendiri dalam ikatan kelompok sosial, sehingga tiap anggota memiliki fungsi, peranan, serta kedudukan hierarkis yang jelas
·                    Memiliki kaidah-kaidah yang terkait dengan aktivitas kelompok tersebut
·                    Mempunyai pola perilaku dan interaksi yang aktif
·                    Hubungan paling tidak ada lamanya waktu yang berarti (bisa minggu, bulan, tahun)
·                    Kejadian yang menimpa seorang individu, akan mempengaruhi perilaku individu anggota lainnya
·                    Adanya pergerakan atau dinamika didalam kelompok tersebut
·                    Terjadinya penegasan dan peneguhan norma-norma pedoman tingkah laku anggota  kelompok yang mengatur interaksi dan kegiatan anggota kelompok dalam merealisasikan tujuan kelompok

D.                 Macam-macam Kelompok Sosial
1.                  Berdasarkan ada tidaknya organisasi hubungan sosial antara kelompok, dan kesadaran, yaitu:
·                    Kelompok Statis
Merupakan kelompok yang bukan organisasi, tidak memiliki hubungan sosial dan kesadaran jenis diantara individu tersebut. Contohnya seperti Kelompok penduduk usia 5-15 tahun di sebuah desa
·                    Kelompok Kemasyarakatan
Merupakan kelompok yang memiliki persamaan tetapi tidak mempunyai organisasi dan hubungan sosial di antara anggotanya.
·                    Kelompok Sosial
Merupakan kelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan berhubungan satu dengan yang lainnya, tetapi tidak terikat dalam ikatan organisasi. Contohnya seperti kelompok pertemuan, ikatan alumni, organisasi mahasiswa dan sebagainya
·                    Kelompok Asosiasi
Merupakan lelompok yang anggotanya memiliki kesadaran jenis dan mempunyai persamaan kepentingan pribadi maupun kepentingan bersama. Contohnya seperti negara, universitas, perusahaan-perusahaan tertentu.

2.                  Berdasarkan interaksi sosial, yaitu:
·                    Kelompok Primer
Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan, sedangkan menurut Goerge Homan, kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. Misalnya, keluarga, RT, kawan sepermainan, kelompok agama, dan lain-lain.
·                    Kelompok Sekunder
Hal ini terjadi ketika interaksi sosial tidak terjadi secara langsung. Juga terjadi secara berjauhan dan ikatannya juga kurang erat. Sehingga hubungan tersebut lebih bersifat objektif. Contohnya seperti partai politik, himpunan serikat kerja dan sebagainya
·                    Kelompok Formal
Merupakan kelompok yang mempunyai peraturan seperti Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) yang biasa disebut dengan AD/ART.  Kelompok ini memiliki peranan (hierarki), pembagian kerja yang jelas dan terstruktur. Contohnya seperti organisasi mahasiswa, organisasi kepemerintahan, perusahaan yang memiliki AD/ART, OSIS, dan lain sebagainya.
·                    Kelompok Informal
Yaitu kelompok yang terbentuk dari proses interaksi yang dilakukan berulang kali, memiliki daya tarik, dan kebutuhan individu. Individu pada kelompok ini biasanya tidak memiliki strukturisasi dan peran yang baik didalam keanggotaan kelompok sosial ini. Tugas yang dimiliki individu biasanya hanya dibagikan berdasarkan kekeluargaan dan rasa simpati. Contohnya seperti kelompok arisan, persatuan ibu rumah tangga, dan sebagainya.

3.                  Berdasarkan solidaritas yang terbentuk antar anggota, yaitu:
·                    Solidaritas organik
Merupakan solidaritas yang mengikat masyarakat yang sudah kompleks dan sudah mengenal pembagian kerja yang teratur sehingga disatukan oleh saling ketergantungan antaranggota. Peranan dan struktur yang terbentuk juga sudah jelas.
·                    Solidaritas mekanik
Merupakan solidaritas yang muncul pada individu yang masih sederhana sederhana dan diikat oleh kesadaran kesadaran keseluruhan serta belum mengenal adanya pembagian kerja diantara para anggota kelompok. Sehingga peranan dan struktur yang terbentuk belum begitu jelas.

4.                  Berdasarkan ikatan dalam kelompok, yaitu:
·                    Paguyuban
Disebut juga dengan gemeinschaft, yaitu kelompok sosial yang memiliki ikatan erat, intim dan harmonis. Antar anggta memiliki ikatan batin, dan hubungan ini bersifat informal.

Paguyuban memiliki 3 ciri yaitu:
Intimate, hubungan yang menyeluruh dan mesra
Private, hubungan bersifat pribadi dan tidak terlalu luas cakupannya
Exclusive, hubungan hanya untuk “kita”, dan tidak termasuk orang diluar ”kita”.

Contohnya seperti ikatan kumpulan mahasiswa yang berasal dari kota yang sama, keluarga, RT, RW, Partai politik berlatar belakangkan agama.
·                    Patembayan
Disebut juga dengan gesellschaft, yaitu kelompok sosial atau kehidupan publik yang sifatnya sementara dan semu. Bentuk kelompok ini lebih sering terdapat didalam hubungan atau ikatan perjanjian berdasarkan ikatan timbal balik. Contohnya seperti ikatan antar pedagang, organisasi didalam sebuah industri maupun pabrik, dan lain lain.

5.                  Berdasarkan identifikasi diri, yaitu:
·                    In-Group
Merupakan Kelompok sosial di mana individu mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok sosialnya. Sifat-sifat ingroup pada umumnya didasarkan pada faktor simpati simpati , dan selalu mempunyai mempunyai perasaan yang dekat dengan anggota-anggota kelompok. Contohnya: kumpulan guru.
·                    Out-Group
Merupakan Kelompok sosial yang oleh individu diartikan sebagai lawan in-group-nya. Sifat outgroup selalu ditandai dengan sifat kelainan yang berwujud antagonisme dan antipati. Hal tersebut memiliki kaitan dengan istilah kami, kita dan mereka. Contohnya: kami adalah guru, sedangkan mereka adalah dosen. Kami adalah polisi dan mereka adalah tentara.

6.                  Berdasarkan hubungan antar individu, yaitu:
·                    Kelompok primer (primary group)
Merupakan kelompok sosial yang memiliki perasaan kebersamaan dan saling mengenal dekat, lebih akrab, erat, dan intensif. Anggota kelompok sering bertatap muka dan kerap berdialog, sehingga lebih akrab seperti keluarga. Kelompok ini disebu juga dengan kelompok “face to face”.
Kelompok ini tidak mengenal pembagian tugas secara terpaksa. Sehingga pembagian peranan dan tugas dibagi berdasarkan sukarela, simpati, dan kekeluargaan. Contoh kelompok ini adalah : RT, RW, anggota kelas siswa.
·                    Kelompok sekunder (secondary group)
Merupakan kelompok yang terbentuk karena adanya kepentingan yang sama sehingga kerjasama didasarkan pada hitungan untung rugi. Anggota kelompok menerima dan membagikan tugas berdasar keahlian, dan dituntut untuk kerja secara maksimal untuk mencapai target bersama. Contohnya seperti partai politik, kumpulan organisasi seprofesi, dan sebagainya.

Loading...


EmoticonEmoticon