Tuesday, 9 May 2017

Pengertian Kurikulum, Komponen dan Fungsinya

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Kurikulum. Kita sering mendengar istilah kurikulum apalagi yang berprofesi sebagai pengajar tapi apa sebenarnya makna sebenarnya dari kurikulum? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

A.                 Pengertian Kurikulum

Kata kurikulum berasal dari bahasa Latin yaitu currere, yang berarti lapangan perlombaan lari. Kurikulum juga bisa berasal dari bahasa inggris yaitu kata curriculum yang berarti a running course, dan dalam bahasa Prancis dikenal dengan carter yang berarti to run (berlari).

kurikulum

Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisi tentang bahan ajar dan pengalaman belajar yang sudah diprogramkan, direncanakan, dan dirancangkan secara sistematis atas dasar norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar bagi pendidik atau guru untuk mencapai tujuan dari pendidikan. Sehingga kurikulum ini menjadi acuan sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa/murid untuk memperoleh ijazah.

Kurikulum berupa sesuatu yang direncanakan. Yang direncanakan tersebut biasanya berupa sebuah ide, suatu cita-cita tentang manusia atau warga negara yang akan dibentuk.

Dari definisi tersebut didapatkan bahwasanya kurikulum merupakan sesuatu yang sangat penting bagi keberhasilan sebuah pendidikan, tanpa kurikulum yang tepat akan sangat sulit untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan yang dikehendaki.

B.                  Komponen Kurikulum

Kurikulum terdiri atas komponen-komponen penyusunnya, yaitu:

1.                  Komponen tujuan

a)                  Tujuan jangka panjang
Hal ini menggambarkan tujuan hidup yang diharapkan serta didasarkan pada nilai yang diambil dari filsafat. Tujuan ini tidak berhubungan dengan tujuan sekolah, melainkan sebagai target setelah anak didik menyelesaikan sekolah.

b)                 Tujuan jangka menengah
Tujuan ini merujuk pada tujuan sekolah yang berdasarkan pada jenjangnya,  SD, SMP, SMA, dan sebagainya.
c)                  Tujuan jangka dekat
Tujuan yang dikhususkan pada pembelajaran di kelas, misalnya; siswa dapat mengerjakan perkalian dengan betul, siswa dapat mempraktekkan shalat, dan sebagainya.

Intinya, kurikulum memiliki tujuan tiap satuan pendidikan mengacu bersamaan dengan tujuan dari pendidikan nasional.

2.                  Komponen isi
Isi dari sebuah kurikulum adalah semua yang berhubungan dengan apa yang diberikan kepada murid dalam kegaiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi masing-masing bidang studi tersebut. Bidang studi itu disesuaikan dengan jenis, jenjang, maupun jalur pendidikan yang ada.

3.                  Komponen media (sarana dan prasarana)
Media merupakan sarana dan prasarana dalam proses belajar mengajar. Media menjadi perantara untuk menjabarkan isi dari kurikulum, sehingga murid menjadi lebih mudah memahami dan memiliki rasa semangat yang tinggi.

Sehingga media perlu untuk dimanfaatkan pada pokok bahasan yang disajikan agar murid lebih mudah memahami apa yang disajikan oleh gurunya.

4.                  Komponen strategi
Strategi merupakan pendekatan mengajar yang digunakan dalam pengajaran, tetapi pada hakikatnya strategi pengajaran tidak hanya terbatas pada hal itu saja. Strategi pengajaran berupa dengan cara penyampaian dalam mengajar, mengadakan penilaian, melaksanakan bimbingan, dan mengatur kegiatan baik secara umum maupun yang bersifat khusus.

5.                  Komponen proses
Proses disini adalah proses belajar mengajar. Yang menjadi inti dari sistem pengajaran. Sehingga diharapkan terjadinya perubahan kearah yang lebih baik dari segi tingkah laku murid. Keberhasilan proses merupakan indikator dari pada pelaksanaan sebuah kurikulum.

Disini juga terdapat faktor penting yaitu kemampuan guru untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga memancing kreativitas guru. Guru yang dapat menarik perhatian dan memberikan materi dengan baik dapat membuat murid lebih mudah mengingat pelajaran.

Komponen proses ini melibatkan guru dan murid, sehingga dua peran tersebut memainkan fungsi yang besar terhadap komponen ini.

C.                  Fungsi Kurikulum

1)                 Fungsi integrasi
Merupakan fungsi kurikulum untuk mendidik pribadi yang terintegrasi. Sehingga pribadi tersebut merupakan bagian integral dari sebuah kelompok masyarakat, maka pribadi tersebut akan memberikan sumbangan tenaga dan pikiran untuk membentuk masyarakat.

2)                 Fungsi penyesuaian
Merupakan fungsi yang berdasarkan bahwa individu hidup dalam lingkungan , sedangkan lingkungan tersebut senantiasa berubah dan dinamis, maka setiap pribadi  harus mampu menyesuaikan diri secara dinamis. Dan di balik lingkungan pun harus disesuaikan dengan kondisi perorangan, disinilah letak fungsi kurikulum sebagai sebuah alat pendidikan menuju individu yang baik.

3)                 Fungsi diferensiasi
Merupakan fungsi yang memberikan pelayanan terhadap perbedaan individu didalam sebuah masyarakat. Sehingga diferensiasi ini pada dasarnya akan mendorong orang untuk lebih semangat dan berfikir kritis serta kreatif. Kehidupan sosial dalam sebuah masyarakat pun menjadi lebih hidup.

4)                 Fungsi persiapan
Merupakan fungsi kurikulum yang mempersiapkan mental dan pengetahuan murid untuk mampu melanjutkan tingkatan studi yang lebih lanjut. Dan murid juga dapat turun ke masyarakat, sehingga membentuk minat tersendiri bagi mereka.

5)                 Fungsi pemilihan
Merupakan fungsi sebagai hak bagi murid untuk memilih sesuai dengan minat dan bakatnya. Sehingga menjadi kebutuhan yang ideal bagi masyarakat yang demokratis.

6)                 Fungsi diagnostik
Merupakan salah satu segi pelayanan pendidikan adalah membantu dan mengarahkan para siswa agar mereka mampu memahami dan menerima bahwa dirinya sehingga dapat mengembangkan semua potensi yang dimiliki.Ini dapat dilakukan bila mereka mengenali semua kelemahan dan kekuatan yang dimiliki melalui eksplorasi dan prognosa atau keadaan lanjutan.

Kurikulum juga memiliki fungsi yang praktis, yaitu:
·                    Fungsi bagi sekolah yang berada diatasnya untuk menjadmin pemeliharaan dan keseimbangan dalam proses belajar mengajar
·                    Fungsi bagi masyarakat sekitar dan pemakai lulusan pendidikan tersebut
·                    Fungsi bagi sekolah yang bersangkutan. Yaitu sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dan dapat menjadi pedoman untuk mengatur aktivitas yang dilakukan oleh murid sehari-hari sesuai dengan standarisasi dan prosedur yang berlaku.

D.                 Perkembangan  Kurikulum
Pada tahun 1947, terbentuklah kurikulum yang namanya adalah Rentjana Pembelajaran 1947. Kurikulum ini merupakan kurikulum yang diteruskan dari yang sudah digunakan oleh Belanda pada saat tersebut karena masih dalam proses perjuangan dan kebangkitan setelah kemerdekaan. Kurikulum ini memiliki ciri-ciri yaitu lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia yang berdaulat dan dapat sejajar dengan bangsa bangsa lainnya.

Setelah kurikulum tersebut, pada tahun 1952 kurikulum mengalami penyempurnaan, dan berubah nama menjadi Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini memiliki ciri-ciri yaitu pelajaran yang diberikan harus memperhatikan isi pelajaran yang berhubungan dengan aplikasi sehari-hari.

Selanjutnya, pada tahun 1964 pemerintah menyempurnakan kurikulum, dan berganti nama menjadi Rentjana Pendidikan 1964. Kurikulum ini memiliki ciri-ciri yaitu pembelajaran dipusatkan pada program pancawardhana yaitu pengembangan dari moral, kecerdasan, emosional, kerigelan dan jasmani. Kurikulum yang terbentuk ini mulai lebih kompleks dari kurikulum yang sebelumnya.

Pada tahun 1968, terjadi pembaharuan struktur pendidikan dari pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Proses belajar mengajar yang terjadi diarahkan pada kegiatan yang mempertinggi kecerdasan, dan keterampilan, serta fisik yang sehat dan kuat.

Pada tahun 1975 kembali terjadi perombakan kurikulum, kurikulum ini lebih menekankan pada tujuan, sehingga pendidikan jadi lebih efisien dan efektif. Metode materi dirinci pada Prosedur Pengembangan Sistem Intruksi (PPSI). Zaman inilah yang dikenal dengan pelajanran setiap satuan bahasan. Seperti petunjuk umum, tujuan intruksional khusus, alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, da evaluasi.

Kurikulum 1984 merupakan kurikulum 1974 yang disempurnakan. Kurikulum ini mengusung proses skill approach. Faktor tujuan yang terpenting, meskipun mengutamkakan pendekatan proses. Siswa menjadi subjek belajar. Proses belajar pun menjadi lebih kompleks atau lengkap. Yaitu murid meengamati, mengelompokkan, mendiskusikan bersama, kemudian melaporkan. Model belajar ini disebut juga dengan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)

Kemudian pada 1994, terbentuklah kurikulum 1994 yang mengkombinasikan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya. Yaitu antara kurikulum 1975 dan kurikulum 1984 dengan pendekatan proses. Kurikulum ini memiliki ciri-ciri yaitu tahapan pembelajaran disekolah menjadi sistem catur wulan, pembelajaran lebih menekankan materi yang cukup padat pada isinya, dan kurikulum ini juga bersifat populer yaitu memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar tempat proses belajar mengajar tersebut berada.

Kemudian pada 2004. Dibentuklah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Ciri-ciri dari kurikulum ini yaitu lebih menekankan pada ketercapaian kompetensi murid, dan menilai dari hasil belajar. Penyampaian pelajaran kepada murid disampaikan dengna banyak metode dan pendekatan. Sumber belajar pun sudah lebih banyak, tidak hanya dari guru.


Pada 2006, berlakulah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Yang menjadi perbedaan antara kurikulumi ini dengan KBK yaitu kurikulum ini lebih mengimplementasikan kepada kewenangan penuh yang diberikan terhadap pihak sekolah untuk menyusun rencan pendidikannya dengan mengacu pada standar yang telah ditetapkan. Mulai dari tujuan, visi, misi, struktur, muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan hingga silabusnya.

loading...


EmoticonEmoticon