Wednesday, 10 May 2017

Pengertian, Sejarah, Jenis dan Proses Terbentuknya Galaksi

Baiklah sobat, kali ini kita akan membahas mengenai Galaksi. Saat kita menengadah ke langit pada malam hari kita akan melihat sekumpulan bintang-bintang yang mana kumpulan tersebut dinamakan galaksi. Langsung saja kita masuk ke dalam pembahasannya.

A.                 Pengertian Galaksi

Galaksi adalah sebuah sistem yang berukuran sangat besar, terdiri dari kumpulan milyaran bintang-bintang dan materi materi yang terletak diantara bintang tersebut,  Galaksi memiliki sebuh inti yang terdiri dari bintang-bintang yang biasanya sudah berumur tua dengan jarak yang berdekatan. Galaksi mempunyai beberapa bentuk, seperti spiral, elips, dan ada juga yang tidak beraturan. Luas galaksi mencapai 100.000 TC atau tahun cahaya.

Galaksi

B.                  Sejarah Galaksi

Dahulu beberapa peneliti melakukan pengamatan terhadap galaksi, yaitu dengan menggunakan sebuah teleskop/teropong. Galileo adalah pengamat pertama yaitu pada tahun 1609 dengan menggunakan teleskop astronomi temuannya. Ia melihat kabut cahaya milky way sebenarnya terdiri dari bermilyar bintang yang cahayanya melemah, karena jaraknya terlalu jauh. Milky way adalah kumpulan bintang yang terletak di galaksi bima sakti.

Kemudian Thomas Wright pada tahun 1755 juga melakukan pengamatan pada galksi yang menemukan matahari juga terletak didalam kumpulan bintang tersebut, dan bentuknya seperti piringan. Dan terjadi gaya gravitasi atau gaya tarik yang terdapat didalam galaksi.

Pada tahun 1845, Lord Rose menilai melalui teleskop dan membedakan antara nebula elips dan nebyla spiral. Pengamatan-pengamatan pun terus dilakukan, hingga pada tahun 1912, Leavit menemukan bahwa awan magellan berada cukup jauh dari Bima Sakti (500.000 TC). Hal ini pun menandai bahwa ia bukanlah anggota bima sakti. Sehingga ia menyimpulkan bahwa sanya diluar bima sakti ada sejumlah galaksi lain.
Pada tahun 1920, Hubble mengemukakan teori yang disebut dengan teori Hubble, yaitu dia berhasil menyelesaikan bagian luar spiral. Hubble membuat percobaan dan menjelaskan Bima Sakti dan kedudukannya.

Harlow Shapley dan George Ellery Hale adalah orang yang membangun pengertian tentang galaksi, yang juga memaparkan mengenai dua macam nebula, yaitu nebula gas dan spiral. Shapley mengembangkan metode untuk mengukur jarak yang diterapkannya untuk mengukur galaksi Bima Sakti. Hale berperan dalam pengembangan teleskop berukuran besar, dan digunakan untuk mengamati bintang dan nebula. Dari temuan temuan mereka lah kemudian kita dapat menyimpulkan Bima Sakti hanyalah sebuah galaksi yang kita ketahhui dari sekian banyak galaksi-galaksi yang terdapat di alam semesta.

C.                  Jenis-jenis Galaksi

Berdasarkan bentuk atau morfologinya, galaksi dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Galaksi Spiral
Ini adalah galaksi yang paling dikenal oleh semua orang, yang mempunyai bagian yang disebut dengan bulge dan hallo. Bulge adalah pusat galaksi yang berbentuk menonjol, dan merupakana bagian yang terpadat. Sedangkan hallo merupakan bagian lengan galasksi spiral. Di Bima Sakti, pusat galaksi terletak di arah Rasi Sagitarius, tetapi pengamatan yang dilakukan sangatlah susah, karena banyak bintang yang melakukan penyerapan cahaya yang berasal dari pusat galaksi tersebut.
Bintang yang terdapat didalam galaksi merupakan bintang tua dan muda, bintang tua terdapat di gugus bola yang menyebar dan menyelimuti galaksi. Gugus ini lah yang membentuk hallo atau lengan bersama bintang bintang lain yang diluar dari letak galaksi. Sedangkan bintang muda ini diselimuti oleh materi antar bintang atau materi pembentuk bintang tersebut.

Galaksi spiral ini melakukan rotasi dengan kecepatan yang tinggi, bahkan jauh lebih cepat daripada galaksi elips. Kecepatan rotasi yang tinggi inilah yang menyebabkan galaksi ini berbentuk pipih dan seperti piringan. Besar kecilnya kecepatan rotasi ini dipengaruhi oleh materi dan massa yang terdapat didalam galaksi tersebut. Semakin ke arah pusat galaksi, kecepatan rotasi semakin besar. Sehingga materi yang terletak lebih jauh dari inti akan tertinggal dari segi rotasi, sehingga terbentuklah bentuk yang pipih. Contoh galaksi ini adalah galaksi bima sakti, andromeda, galaksi M.51, dan galaksi M.33

Ciri-ciri galaksi spiral adalah:
·                    Berbentuk spiral
·                    Mempunyai inti atau pusat yang berbentuk roda atau batang
·                    Mempunyai selubung bulat yang membungkus pusat, selubung ini terdiri dari bintang dan gugusnya
·                    Mempunyai lengan spiral yang mengelilingi pusat pada daerah khatulistiwa
·                    Mempunyai kecepatan rotasi yang tinggi
·                    Mempunyai bulge dan hallo

2. Galaksi Elips
Galaksi elips merupakan galaksi yang tampak seperti elips, akan tetapi wujud aslinya tidak lah kita ketahui, karena bentuk elips ini adlaah bentuk yang tampak dari samping. Bentuk ini bisa saja bundar maupun bola pepat. Struktur dari galaksi tipe ini juga tidak terlihat dengan jelas, galaksi ini mengandung sedikit materi antar bintang, dan anggota dari galaksi ini adalah bintang-bintang yang sudah tua.

Galaksi ini merupakan 2/3 galaksi yang tampak menonjol dilangit, akan tetapi sebenarnya kebanyakan galaksi di alam semesta luminusitasnya adalah rendah, sehingga sangat susah untuk jelas tampak. Kebanyakan galaksi katai ini tergolong jenis elips.

Pada galaksi ini tidak ditemukan adanya nebula, bintang yang terkonsentrasi pada pusat, semakin jauh, akan semakin merenggang. Ukurannya sangat sulit untuk ditentukan, karena hampir tidak ada pembatas dengan ruang angkasa disebabkan oleh bintang bintang yang terletak lebih jauh dari intinya.
Contoh galaksi ini adalah galaksi M87/Messier 87, yaitu galaksi raksasa yang terletak pada Rasi Virgo.

Ciri-ciri Galaksi Elips :
·                    Bentuk aslinya belum diketahui
·                    Bentuk yang termasuk kedalam kelompok ini hanya bentuk bundar hingga bentuk bola pepat
·                    Sedikit mengandung materi antar bintang
·                    Tidakada nebula
·                    Ukurannya sulit untuk ditentukan

3. Galaksi Irreguler
Merupakan galaksi yang tidak beraturan dan tidak simetris, bentuknya juga tidak mempunyai bentuk khusus. Galaksi ini banyak mengandung materi antar bintang yang terdiri atas gas dan debu. Terbagi atas 2, yaitu:

Irreguler 1: terdiri dari bintang kelas O, B, dan nebula yang terang, terdapat banyak gugus bintang, nebula gas, dan bintang yang sangat besar atau maharaksasa, juga terdapat bintang tua dan muda. Contoh galaksi ini adalah Awan Magellan Besar dan Awan Magellan Kecil.

Irreguler 2 : tidak tampak adanya gugus bintang yang dapat dipisahkan dari galaksi sehingga menampakkan susunan yang tak berbentuk (amorfus).

Ciri-ciri Galaksi Irreguler :
·                    Bentuknya tidak simetris
·                    Tidak mempunyai bentuk khusus
·                    Letaknya berdekatan dengan bima sakti
·                    Banyak mengandung materi antar bintang

D.                 Proses Terbentuknya Galaksi

Galaksi merupakan kumpulan dari bintang bintang, gas, nebula, matahari, serta materi lainnya. Proses pembentukan bintang dimulai dari debu kosmis yang berkumpul dan terdiri dari atom H atau hidrogen, helium, dan debu kosmis lain yang menjadi materi pembentuk bintang. Debu-debu kosmis ini berasal dari ledakan bintang raksasa yang terbentuk setelah big bang. Debu kosmis ini melakukan penarikan terhadap partikel yang berada didekatnya secara terus menerus, sehingga kumpulan debu kosmis dengan partikel yang terdapat di dekatnya akan semakin membesar. Dan pada saat yang bersamaan pula debu kosmis ini membentuk gaya gravitasi sehingga mereka terikat satu sama lain dan membentuk sebuah inti yang sangat padat yang nantinya akan menjadi inti dari bintang.

Karena kumpulan materi tersebut terus memadat, sehingga suhunya pun terus meningkat. Saat suhu kumpulan materi dan partikel tersebut sudah mencapat 10 juta derajat, maka terjadilah reaksi nuklir dan calon inti bintang menjadi menyala, dan inilah yang disebut dengan bintang muda. Setelah menyala bintang ini akan meledak atau disebut dengna supernova, dan melemparkan semua materi didalamnya ke alam semesta dan alam semesta pun penuh dengan debu kosmis. Kemudian debu ini menggumpal pada beberapa tempat, menjadi padat dan menyala. Dan terbentuk kembali beberapa bintang yang berukurang lebih kecil, sehingga akhirnya terbentuklah bintang yang seukuran dengan matahari. Proses ini memerlukan waktu hingga 500 juta tahun lamanya. Sebagian besar bintang termasuk matahari yang bersinar terus selama milyaran tahun.

Inti bintang yang telah ditinggalkan oleh lapisan luar akan kehabisan bahan bakar dan tidak dapat melakukan reaksi nuklir lagi, sehingga hanyalah menjadi benda langit berwarna putih yang tidak dapat memijarkan sinarnya, yang lama kelamaan akan mati dan hilang. Didalam antariksa terdapat ribuan galaksi lain yang terdiri atas kumpulan kumpulan bintang. Susunan isi jagat raya adalah kabut-kabut ekstra galaksi. Ruang antara satu galaksi satu dengan galaksi lainnya disebut dengan zat intergalaksi, dan ruang ini tidak pernah kosong.


Teori lain yang mengatakan bahwasanya terbentuknya galaksi itu menggunakan model “hieharch cal formation” yaitu proses selangkah demi selangkah galaksi kecil bergabung dengan galaksi yang lebih besar.

Loading...


EmoticonEmoticon